Crypto  

Nasib Bitcoin dan Crypto Lain Setelah Utang AS Lampaui Batas US$31,4 Triliun

idfakta.com – Nasib Bitcoin, Ethereum dan kripto besar lainnya meningkat drastis pada awal tahun ini. Salah satu alasannya karena terdapat peningkatan harga dengan total US$1 triliun yang disebabkan oleh prediksi bullish pada 2023.

Harga Bitcoin sendiri kembali ke posisi awal sebelum bursa kripto FTX jatuh. Walaupun, terdapat beberapa kripto kecil yang hilang dari peredaran.

Sekarang, para trader bertaruh di Bitcoin, Ethereum dan kripto lain ketika reli harga telah dimulai. Namun, pasar harus bersiap-siap akan peraturan ‘langkah-langkah luar biasa’ yang akan diterapkan oleh Menteri Keuangan AS yaitu Janet Yellen.

Peraturan ini diterapkan setelah pemerintahan AS mencapai batas utang sebesar US$31,4 triliun pada Kamis (19/1/2023).

Nasib Bitcoin Ketika Peraturan dari Menteri Keuangan AS Diberlakukan

Langkah-langkah luar biasa tersebut didesain untuk menghindari kekacauan di pasar keuangan dan berbagai potensi bencana ekonomi yang dapat disebabkan oleh AS yang mencapai batas utangnya karena AS memiliki risiko gagal bayar utang.

“Gagal dalam memenuhi utang pemerintah dapat menyebabkan kerugian yang tidak bisa diperbaiki bagi perekonomian AS, mata pencaharian dan stabilitas keuangan global,” ujar Janet Yellen.

Akan tetapi, langkah-langkah yang akan dilakukan sepertinya akan mendorong pemerintah hingga Juni mendatang dan akan memakan berbagai aset berisiko, dikutip dari Forbes.

Seperti nasib Bitcoin, Ethereum dan mata uang kripto lain yang jatuh tajam pada tahun lalu karena pasar menghindari risiko.

“Langkah-langkah luar biasa tersebut secara jelas akan membuat aturan batasan utang baru yang akan diterbitkan,” ujar Noelle Acheson, penulis di Crypto is Macro Now.

Imbal hasil obligasi yang diterbitkan pemerintah mewakili biaya pinjaman dalam ekonomi dan selera investor berkaitan erat dengan kredit murah. Semakin rendah imbal hasil semakin kuat ketertarikan akan risiko, begitu juga sebaliknya.

Sejak 2020 lalu, saham, kripto dan berbagai aset berisiko lain bergerak berlawanan dengan imbal hasil dari obligasi pemerintah AS.

“Aturan tersebut nantinya hal ini akan mengurangi suplai dari Menteri Keuangan AS-semuanya setara-dapat mendorong harga dan mengurangi imbal hasil,” tambahnya.

“Imbal hasil yang lebih rendah berimplikasi pada lingkungan moneter yang lebih mudah, dimana sangat baik untuk aset beresiko,” ujar Noelle Acheson.

Nasib BTC, ETH dan kripto lain sedang reli pada tahun dan diperkirakan akan bertambah karena periode kebijakan pengetatan moneter pada akhir tahun kemarin akan segera berakhir.

Minggu lalu, data inflasi dari The Fed menggambarkan bahwa peningkatan suku bunga yang tinggi telah memlambat laju kenaikan harga.

“Reli Bitcoin yang terjadi baru-baru ini setelah data inflasi menunjukkan bahwa data indeks konsumen telah menurun sebesar 0,1 persen pada Desember,” ujar Alex Adelman, Ketua Pelaksana dari Bitcoin reward app Lolli.

“Trend penurunan inflasi ini menggambarkan bahwa The Fed mungkin akan melonggarkan kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter untuk beberapa bulan ke depan, nantinya ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan ketertarikan pada Bitcoin,” tambahnya.

Negosiasi Kontroversial

Nasib BTC dan kripto lain bisa dikaitkan dengan utang pemerintah AS.

Namun, masalah ambang batas utang AS bukanlah hal yang baru. Sejak 1960, kongres telah melakukan peningkatan secara permanen atau sementara dan revisi dari batas tersebut.

Namun, untuk kali ini konsensus muncul setelah melakukan perdebatan yang intens dan panjang sejak 2011 silam, yang membuat takut para investor dan mendorong Standard and Poor’s untuk menurunkan peringkat AS dari AAA (luar biasa) ke AA+ (sangat baik).

Biasanya isu ambang batas utang diputuskan tanpa perdebatan panjang. Tapi, sejak 2011 masalah ini menjadi besar dan ekonomi menerima goncangan yang berlangsung selama beberapa bulan dan tingkat kredit gederal menjadi turun.

“Setiap politisi harus mengingat hal tersebut, tapi kali ini dapat berbeda karena grup perwakilan dari Republik yang terlihat jelas ingin mengguncang segalanya,” ujar Wes Hansen, direktur trading dan operasi di Crypto Fund Arca.

Menurut Ketua DPR Kevin McCarthy (R-Calif.), baru-baru ini memberi tahu Presiden Joe Biden bahwa Partai Republik tertarik untuk memberlakukan batas pengeluaran sebagai imbalan untuk menaikkan plafon utang secara sementara.

Biden mengesampingkan negosiasi, dengan menyampaikan bahwa hal tersebut bukan dan tidak boleh menjadi sepak bola politik.

“Terdapat tanda-tanda stres di beberapa sudut pasar tradisional yang kurang terlacak. Harga swap default kredit AS lima tahun saat ini berada pada rata-rata bulanan tertinggi sejak akhir krisis batas utang 2011,” ujar Acheson.

“Hal ini menyebabkan penurunan peringkat AS oleh S&P dan pasar kali ini terlihat lebih gugup daripada kebuntuan sebelumnya,” tambahnya.

Kegugupan tersebut dapat menyebar ke sudut pasar lain dan jika kebuntuan bertahan lama, maka dapat mengakibatkan arus keluar dari cryptocurrency, dikutip dari Coindesk.

Kebijakan ambang batas utang AS tersebut bisa membuat iklim kripto berubah. Namun, nasib Bitcoin dan kripto lainnya masih belum pasti dan trader dan investor harus selalu berhati-hati akan hal tersebut. [az]

error: Content is protected !!