Erick Thohir Jelaskan Kaitan Pangkas Subsidi BBM dengan PSN

Erick Thohir Jelaskan Kaitan Pangkas Subsidi BBM dengan PSN
Erick Thohir Jelaskan Kaitan Pangkas Subsidi BBM dengan PSN

idfakta.com – Menteri BUMN Erick Thohir menyebut pengurangan subsidi dilakukan untuk mendorong proyek-proyek strategis nasional. Dari sana, peningkatan sektor lain seperti lapangan pekerjaan, pangan, biaya pendidikan, dan kesejahteraan keluarga bisa terbantu.

“Jadi pengurangan subsidi dilakukan pemerintah supaya tadi, proyek-proyek strategis nasional itu tetap bisa berjalan untuk pembukaan lapangan pekerjaan dan juga untuk tadi masa depan negara kita,” jelas Eric kepada media, di Gedung Grha Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2022).

Kalau dibandingkan, anggaran subsidi tahun ini bernilai Rp 502 triliun, sedangkan anggaran Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam kurun waktu 5 tahun dari 2016 hingga 2021 hanya mencapai Rp 716,4 triliun. Angka tersebut terpaut sangat jauh.

Oleh karena itu, relokasi perlu dilakukan. Apalagi kondisi dunia saat ini sedang tidak stabil. Erick menyebut beberapa contoh, seperti yang terjadi di China dan Amerika Serikat yang adalah negara besar. Kini, kedua negara itu sedang berjuang menghadapi krisis berat.

“Kita tidak mau dengan posisi kita yang sedang tumbuh 5%, apalagi pembukaan lapangan pekerjaan harus dilakukan. Kita akhirnya tidak mentransformasi diri kita. Nah ini yang kita dorong sama-sama,” terang Erick.

Dari kebijakan yang telah diterapkan pemerintah, terutama menyangkut anggaran subsidi yang dikurangi, ia berharap masyarakat mau bekerjasama untuk menghemat energi.

“Nah itu jadi kita berharap tadi yang disampaikan Bu Nike, bahwa masyarakat sendiri sudah waktunya berhemat. Lebih baik digunakan untuk biaya pendidikan, kesejahteraan keluarga. Yang pemborosan kita alihkan ke tempat lain,” katanya.

Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk mendorong masyarakat migrasi dari BBM kepada jenis energi lain. Salah satunya juga didorong kondisi Indonesia yang merupakan net importir minyak mentah.

“Negara tetap hadir. Negara pasti melayani masyarakat, tetapi tidak ada yang akan berhasil kalau pemerintah dan masyarakat tidak bersama-sama bergotong-royong seperti pada saat kita penanganan COVID-19,” tandasnya.