Harga BBM Naik, Pengusaha Desak Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Sungai

Harga BBM Naik, Pengusaha Desak Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Sungai
Harga BBM Naik, Pengusaha Desak Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Sungai

idfakta.com – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk menaikkan tarif penyeberangan. Hal ini diminta akibat dampak kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM).

Angkutan penyeberangan sungai dan danau yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia menggunakan BBM subsidi, di mana biaya operasional saat ini saja sudah lebih dari 40%. Untuk itu pengusaha angkutan penyeberangan meminta adanya penyesuaian tarif.

“Meminta kepada pemerintah segera memberikan keputusan dan penetapan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan antar provinsi, tarif angkutan penyeberangan antar kota dalam provinsi, tarif angkutan penyeberangan antar lintasan di kabupaten/kota serta tarif angkutan sungai dan angkutan danau,” jelas keterangan DPP Gapasdap, Rabu (7/9/2022).

Pengusaha juga meminta agar pemerintah menjamin pasokan dan kelancaran pasokan BBM subsidi merata sesuai kebutuhan di seluruh Indonesia tidak terkecuali, dengan tingkat mutu sesuai spesifikasi yang seharusnya.

“Pemerintah agar tegas dan mengambil langkah cukup guna mengawasi penyaluran BBM Subsidi sesuai ketentuan, dimana selama ini setiap menjelang akhir tahun distribusi BBM subsidi selalu mengalami kelangkaan,” lanjut keterangan itu.

Pengusaha juga meyakini pihaknya akan menjaga kondusifitas pada lintasan masing-masing saat ada penyesuaian tarif yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dan harus menjaga kondisi yang tertib , aman sebagai wujud komitmen Gapasdap terhadap kebutuhan pergerakan masyarakat baik orang maupun logistik,” katanya.

“Mendorong Pemerintah untuk melakukan langkah-langkah sistematis terhadap adanya lintasan angkutan laut yang berhimpit dengan lintasan penyeberangan,” tutup keterangan Gapasdap.

Sebagai informasi, telah menaikkan harga tiga jenis BBM, untuk Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter.

Kemudian, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.