IHSG Dekati Area Jenuh Beli, Investor Harap Waspada!

IHSG Dekati Area Jenuh Beli, Investor Harap Waspada!
IHSG Dekati Area Jenuh Beli, Investor Harap Waspada!

idfakta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan pada perdagangan kemarin, Selasa (6/9/2022).

IHSG terpantau menguat 0,02% dan ditutup di 7.233,16 tak jauh berbeda dengan perdagangan di awal pekan.

Hal yang menarik dari perdagangan kemarin adalah IHSG sempat terbang di awal mendekati level psikologis 7.300. Posisi tertinggi IHSG berada di 7.287,7.

Namun IHSG tetap bertahan di atas 7.200 saja sudah bersyukur mengingat sentimen eksternal sebenarnya belum kuat mendorong apresiasi signifikan. Malahan, dari sisi eksternal sentimen cenderung negatif.

Seolah menjadi primadona, investor asing masih saja terus memborong saham-saham di dalam negeri. Asing net buy senilai Rp 501 miliar di pasar reguler.

Wall Street belum bisa memberikan katalis positif untuk pergerakan saham hari ini. Namun harga batu bara yang kembali pecah rekor serta adanya sinyal perpanjangan restrukturisasi kredit Covid yang lebih targeted dari sisi wilayah dan sektor dapat menjadi katalis positif untuk IHSG.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks bergerak naik mendekati batas atas BB terdekat di 7.235.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Indikator RSI bergerak naik tipis ke area 64,91 yang menunjukkan indeks sudah mulai mendekati area jenuh beli.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 dan EMA 26 tampak berimpit tetapi bar histogram bergerak menuju zona positif.

Untuk hari ini, IHSG berpeluang terkoreksi terlebih dahulu dengan rentang perdagangan di 7.155-7.235.

TIM RISET CNBC INDONESIA