Ini Ramalan Bank Mandiri Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

idfakta.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di level 5%.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, perekonomian Indonesia akan melanjutkan kinerja yang cukup baik di sepanjang kuartal IV 2022 ini.

Ia memaparkan, angka inflasi pada dua bulan terakhir cenderung terkendali sehingga sepanjang tahun ini atau year to date, inflasi mencapai 4,82% pada November 2022. Jika menggunakan asumsi tingkat inflasi rata-rata di bulan Desember, maka inflasi akhir tahun 2022 diperkirakan berada pada kisaran 5,4% hingga 5,6%.

“Angka inflasi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan konsensus pasar yang memperkirakan inflasi pada akhir tahun bisa tembus 6,7%,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (20/12/2022).

Selanjutnya, kinerja neraca perdagangan Indonesia juga masih positif dengan dukungan sektor komoditas. Pada bulan November, neraca Perdagangan mencatatkan angka USD 5,16 miliar atau melanjutkan surplus sepanjang 31 bulan terakhir.

“Dengan neraca perdagangan tersebut Indonesia dapat dipastikan Neraca Transaksi Berjalan (NTB) atau Current Account Balance Indonesia akan mengalami surplus dalam kisaran 1% dari PDB,” sebutnya.

Kemudian, aliran modal asing kembali masuk ke dalam pasar obligasi Indonesia seiring dengan fokus investor global yang mulai berubah dari tingkat inflasi ke tingkat pertumbuhan ekonomi global, terutama di Amerika Serikat (AS).

Tercatat nett buy investor asing mencapai Rp 46,6 triliun dalam periode tersebut sehingga jika kita melihat kepemilikan asing di pasar obligasi, saat ini mencapai 14,7% atau lebih tinggi dibandingkan posisi awal November 2021 yang mencapai 13,9%.

“Investor asing mulai masuk ke pasar Obligasi Pemerintah RI dalam satu setengah bulan terakhir,” pungkasnya.

error: Content is protected !!