Nah Lho! Rusia Setop Pasokan Gas ke Eropa Sebagai Balasan Sanksi Barat

Nah Lho! Rusia Setop Pasokan Gas ke Eropa Sebagai Balasan Sanksi Barat
Nah Lho! Rusia Setop Pasokan Gas ke Eropa Sebagai Balasan Sanksi Barat

idfakta.com – Presiden Rusia Vladimir Putin membalas sanksi Eropa dengan menghentikan aliran pasokan gas. Tindakan itu akan berdampak pada krisis energi di Eropa karena bergantung gas alam dari Rusia.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Eropa harus bisa mempertanggungjawabkan sanksi yang telah diberikan kepada Rusia.

“Masalah dalam pemompaan muncul karena sanksi yang dikenakan terhadap negara kami dan terhadap sejumlah perusahaan oleh negara-negara Barat, termasuk Jerman dan Inggris,” katanya menurut kantor berita Rusia Interfax dikutip dari CNBC, Rabu (7/9/2022).

Peskov mengatakan penghentian itu akan dicabut jika Eropa juga mencabut sanksi yang diberikan kepada Rusia. Adapun salah satu saluran gas yang disetop Nord Stream 1.

“Tentu saja (akan dicabut). Sanksi itu sejauh ini mencegah pemeliharaan unit, yang mencegah mereka bergerak tanpa jaminan hukum yang sesuai. Sanksi-sanksi inilah yang diberikan negara-negara Barat yang telah membawa situasi seperti yang kita lihat sekarang,” tambah Peskov.

Dengan tindakan itu, terlihat jelas bahwa Rusia berusaha menekan Eropa untuk mencabut semua sanksi yang diberikan. Sanksi tersebut sebenarnya diberikan untuk menghukum Rusia atas invasi ke Ukraina.

Perusahaan energi Rusia yang telah menyetop pasokan gas ke Eropa, seperti Gazprom yang telah menghentikan semua ekspor melalui Nord Stream 1 mulai 31 Agustus. Aliran gas sempat dibuka, namun kini ditutup lagi setelah negara-negara G7 termasuk negara Eropa mendukung proposal pembatasan harga pada minyak Rusia.

Dengan penghentian pasokan gas, Eropa terancam akan mengalami krisis gas. Penghentian pasokan melalui pipa Nord Stream 1, yang menghubungkan Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik, mendorong harga gas Eropa melonjak. Kini dikhawatirkan banyak negara di bagian Eropa akan dipaksa untuk menjatah energi yang memperburuk risiko resesi di wilayah tersebut.