Promo “Gratis Ongkir” Ternyata Jadi Penarik Konsumen Berbelanja di “E-Commerce”

Promo “Gratis Ongkir” Ternyata Jadi Penarik Konsumen Berbelanja di “E-Commerce”
Promo “Gratis Ongkir” Ternyata Jadi Penarik Konsumen Berbelanja di “E-Commerce”

idfakta.com – Aplikasi riset, Snapcart melakukan riset konsumen untuk mengetahui lebih dalam terkait karakteristik perilaku konsumen dan preferensi dalam berbelanja online selama tiga bulan terakhir.

Riset ini dilakukan dengan metode online yang diikuti oleh 1.000 responden dari usia 20 sampai 35 tahun.

Shopee berhasil terpilih sebagai platform e-commerce yang paling sering digunakan. Sebanyak 78 persen konsumen saat ini memilih Shopee, disusul Tokopedia 20 persen, dan Lazada 2 persen.

Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry mengatakan, berbagai kebutuhan pengguna yang terus berkembang menjadi peluang serta alasan para pemain e-commerce di Indonesia memperkuat daya tarik.

“(Caranya) melalui penawaran diskon, lahirnya fitur inovatif hingga kelengkapan pilihan produk,” kata dia dalam siaran pers, Jumat (9/9/2022).

Adapun, ia melakukan riset pula mengenai alasan dan karakteristik perilaku belanja online di Indonesia.

Promo Gratis Ongkir

Berdasarkan hasil risetnya, data menunjukkan alasan masyarakat berbelanja online di e-commerce pilihan antara lain adanya promo Gratis Ongkir sebanyak 79 persen.

Alasan kedua, adalah adanya ragam penawaran promo menarik sebanyak 67 persen dan ketersediaan fitur pembayaran yang lengkap sebanyak 63 persen.

Sedangkan kehadiran fitur lainnya yang ada dan mudah untuk digunakan menjadi alasan yang dipilih 61 persen pengguna.

Terakhir, kelengkapan jenis serta kategori produk yang beragam dan lengkap sebesar jadi pilihan sebanyak 58 persen.

Tiga tipe perilaku konsumen e-commerce

Sementara, dari sisi perilaku konsumen terdapat tiga tipe yang diamati dan menempati tiga teratas yakni sebanyak 51 persen tipe discount seekers.

Kelompok ini merupakan konsumen pemburu diskon yang berbelanja didorong oleh berbagai tawaran promosi.

Sementara, sebanyak 25 persen menjawab sebagai need-based customers, atau kaum yang berbelanja sesuai kebutuhan.

Terakhir, sebanyak dan 24 persen memiliki tipe wandering customers. Tipe ini merupakan calon konsumen yang sering browsing-browsing.

Mereka merupakan salah satu pengunjung situs e-commerce yang terbesar.

“Mereka memang tidak selalu belanja. Tetapi, kehadiran mereka sangat menentukan popularitas sebuah situs e-commerce,” tandas Astrid.