Saham Inggris berakhir negatif, Indeks FTSE 100 anjlok 0,86 persen

Saham Inggris berakhir negatif, Indeks FTSE 100 anjlok 0,86 persen
Saham Inggris berakhir negatif, Indeks FTSE 100 anjlok 0,86 persen

idfakta.com – Saham-saham Inggris berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Rabu waktu setempat (12/10/2022), membukukan kerugian untuk hari keenam berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot 0,86 persen atau 59,08 poin menjadi menetap di 6.826,15 poin.

Indeks FTSE 100 jatuh 1,06 persen atau 74,08 poin menjadi 6.885,23 poin pada Selasa (11/10/2022), setelah tergelincir 0,45 persen atau 31,78 poin menjadi 6.959,31 poin pada Senin (10/10/2022), dan menyusut 0,09 persen atau 6,18 poin menjadi 6.991,09 poin pada Jumat (6/10/2022).

Evraz PLC, perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan operator jaringan toko ritel yang menjual pakaian olahraga dan rekreasi bermerek JD Sports Fashion PLC anjlok 10,32 persen, serta perusahaan properti dan pengembang perumahan Inggris Persimmon PLC tergelincir 6,18 persen.

Sementara ituRentokil Initial LC, sebuah perusahaan yang menyediakan manajemen fasilitas yang terintegrasi penuh dan layanan dukungan penting bagi pemerintah dan organisasi sektor komersial terdongkrak 2,64 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia Polymetal International PLC yang meningkat 1,95 persen, serta perusahaan multinasional Inggris yang memproduksi dan menjual rokok, tembakau, dan produk nikotin lainnya British American Tobacco PLC menguat 1,25 persen.