Wall St ditutup sedikit lebih tinggi, hentikan aksi jual selama 4 hari

idfakta.com – Wall Street sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah empat sesi penurunan, tetapi investor resah tentang lemahnya belanja liburan dan meningkatnya imbal hasil obligasi menambah tekanan setelah perubahan kebijakan moneter bank sentral Jepang (BoJ) yang mengejutkan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 92,20 poin atau 0,28 persen, menjadi menetap di 32.849,74 poin. Indeks S&P 500 bertambah 3,96 poin atau 0,10 persen, menjadi berakhir di 3.821,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 1,08 poin atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 10.547,11 poin.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor energi naik paling tinggi, berakhir meningkat 1,52 persen karena harga minyak mentah naik. Dari empat sektor yang turun, sektor konsumer nonprimer adalah yang terlemah, berakhir merosot 1,13 persen.

Kekhawatiran tentang rencana Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga AS telah sangat membebani ekuitas sejak pertemuan kebijakannya pekan lalu.

Menambah tekanan adalah peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah BoJ membuat perubahan kejutan pada kontrol imbal hasil obligasi yang memungkinkan suku bunga jangka panjang naik lebih banyak.

“Berita bank sentral Jepang menggerakkan pasar obligasi dan terus berdampak,” kata Chris Zaccarelli, kepala investasi Independent Advisor Alliance, Charlotte, NC.

Investor juga mengkhawatirkan tentang musim laba perusahaan kuartal saat ini dan belanja liburan musim dingin.

“Kami melakukannya dengan harapan yang cukup masuk akal, tetapi pengecer harus melakukan penjualan besar-besaran,” kata Carol Schleif, Wakil Kepala Investasi BMO di Minneapolis, Minnesota.

Schleif mencatat bahwa investor waspada setelah tahun yang bergejolak dalam ekuitas dengan S&P berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

FedEx Corp ditutup turun 2,6 persen menjelang laporan triwulanannya. Tetapi saham perusahaan pengiriman, yang menakuti seluruh pasar pada September dengan menarik perkiraan keuangannya, bertahan naik lebih dari 3,0 persen setelah bel perdagangan menyusul laporan fiskal kuartal kedua dan panduan 2023.

Dalam pendapatan tetap, harga surat utang negara AS turun setelah langkah mengejutkan BoJ, dengan imbal hasil surat utang negara 10 tahun naik ke level tertinggi tiga minggu di 3,71 persen.

Juga pada Selasa (20/12/2022), data menunjukkan pembangunan rumah satu keluarga di AS jatuh ke level terendah 2,5 tahun pada November dan izin untuk konstruksi di masa depan anjlok karena suku bunga KPR yang lebih tinggi terus menekan aktivitas pasar perumahan.

Saham General Mills Inc merosot 4,6 persen setelah penjualan triwulanan pada bisnis hewan peliharaan dengan margin tinggi terpukul karena pengecer utama mengurangi persediaan, membayangi peningkatan pendapatan setahun penuh dan perkiraan penjualan.

Saham Tesla Inc anjlok 8,0 persen setelah setidaknya tiga broker memangkas target harga pembuat kendaraan listrik di tengah meningkatnya kekhawatiran akan pelemahan permintaan dan risiko dari perjuangan Kepala Eksekutif Elon Musk di Twitter.

Wells Fargo & Co turun 2,0 persen setelah regulator AS mendenda pemberi pinjaman 3,7 miliar dolar AS, mengutip salah urus yang meluas dari pinjaman mobil, KPR dan rekening deposito.

Di bursa AS sebanyak 10,52 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,15 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

error: Content is protected !!