Waskita Jual Ruas Tol Hingga Bumi Bicara Masa Depan Batu Bara

Waskita Jual Ruas Tol Hingga Bumi Bicara Masa Depan Batu Bara
Waskita Jual Ruas Tol Hingga Bumi Bicara Masa Depan Batu Bara

idfakta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada penutupan perdagangan Selasa (6/9/2022). Penguatan ini terjadi di tengah pro dan kontra terkait keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

IHSG ditutup di zona hijau dengan apresiasi tipis 0,02% atau 1,2 poin ke 7.233,16 pada penutupan perdagangan. Nilai perdagangan tercatat naik ke Rp 15 triliun.

Penguatan IHSG terjadi di tengah bayang-bayang sentimen negatif baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Apalagi, sejak pagi kemarin ribuan massa aksi tiba di gedung DPR melakukan demo tolak kenaikan harga BBM.

Bagaimana kira-kira kinerja IHSG hari ini, Rabu (7/9/2022)? Sebelum mulai perdagangan yuk simak kabar emiten berikut ini:

1. Asuransi Hingga Pinjol Paling Banyak Diadukan ke OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pihaknya telah menerima 199.111 layanan melalui berbagai kanal, yang di dalamnya terdapat 8.771 pengaduan hingga 26 Agustus 2022.

Dari pengaduan tersebut, sebanyak 50% merupakan pengaduan sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), 49,5% merupakan pengaduan sektor perbankan, dan sisanya merupakan layanan sektor pasar modal.

Seperti diketahui, IKNB mencakup mulai dari asuransi, lembaga pembiayaan, dana pensiun, lembaga keuangan mikro, hingga fintech atau pinjaman online (pinjol).

“Jenis pengaduan yang paling banyak adalah restrukturisasi kredit/pembiayaan, perilaku petugas penagihan dan layanan informasi keuangan,” jelas keterangan resmi OJK, Senin (5/9/2022).

Padahal di sektor IKNB sendiri, data OJK menunjukkan kinerja yang relatif baik. Penghimpunan premi sektor asuransi di bulan Juli 2022 tercatat meningkat dengan penghimpunan premi Asuransi Jiwa bertambah sebesar Rp 13,2 triliun, serta Asuransi Umum bertambah sebesar Rp 8,6 triliun. Piutang pembiayaan tercatat tumbuh 7,1% yoy pada Juli 2022 sebesar Rp 385 triliun.

Profil risiko Perusahaan Pembiayaan pada Juli 2022 masih terjaga dengan rasio NPF tercatat sebesar 2,72%. Sedangkan sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 3,86% yoy, dengan nilai aset mencapai Rp 336,14 triliun.

Selain itu, FinTech peer to peer (P2P) lending pada Juli 2022 terus mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 88,8% yoy, meningkat Rp 1,14 triliun menjadi Rp 46 triliun.

2. Vale Punya Smelter Rendah Karbon ke-2 Bernilai Rp 31,28 T

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sedang mengembangkan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi tengah (Sulteng). Proyek smelter dibangun dengan teknologi rendah karbon yang kedua di Indonesia setelah smelter Sorowako.

Direktur Utama PT Vale Indonesia Febriany Eddy proyek senilai US$ 2,1 miliar atau Rp 31,28 triliun (kurs Rp 14.898/US$) ini nantinya akan menggunakan teknologi rendah karbon dalam proses pengolahannya. Salah satunya dengan menggunakan teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF).

“Mitra kami mendukung untuk menggunakan teknologi rendah karbon. Pabrik ini akan menjadi RKEF yang digerakkan dengan tenaga gas alam. Ini akan menjadi pabrik dengan intensitas karbon kedua terendah di Indonesia setelah pabrik Sorowako,” ujarnya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Investasi dan Kerja Sama untuk Proyek Blok Bahodopi, Selasa (6/9/2022).

Adapun dalam proses pembangunan proyek ini, Vale turut menggandeng Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai). Menurut dia, pihaknya bersama partner telah berkomitmen dalam melakukan kegiatan penambangan yang berkelanjutan.

Bahkan nantinya terdapat tambahan investasi sebesar US$ 300 juta (sudah termasuk di dalam US$ 2,1 miliar) yang akan digelontorkan untuk tambahan fasilitas LNG. Kapasitas produksi dari proyek ini direncanakan akan berkisar 73.000-80.000 metrik ton nikel per tahun.

“Untuk menunjukkan lagi kami juga bersepakat membuat persemaian yang besar sampai 10 juta pohon masing-masing di Bahodopi dan Pomala, sesuai tujuan vale untuk memperbaiki kualitas hidup kami juga memegang prinsip di mana kami beroperasi harus bawa kemakmuran bersama,” katanya.

3. Eks Direktur Bank QNB Bambang Irawan Jadi Direktur Maybank

Bambang Andri Irawan, yang sebelumnya merupakan Direktur Operasional dan Teknologi di PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), kini bakal menjadi Direktur baru di PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

Bambang Andri sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri dari Bank QNB pada 27 April 2022.

Dalam keterbukaan informasi Selasa (6/9/2022), Bank Maybank mengumumkan pihaknya bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada 28 September 2022, dengan agenda Perubahan Susunan Anggota Direksi Perseroan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (4) dan 15 ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan, Pasal 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik serta Pasal 94 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, anggota Direksi Perseroan diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

“Kepada Rapat akan diusulkan untuk menyetujui untuk mengangkat Bambang Andri Irawan sebagai Direktur Perseroan, untuk masa jabatan efektif sejak ditutupnya Rapat ini dan setelah diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2025,” tulis Maybank.

Usulan tersebut di atas telah mendapat rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan dan persetujuan dari Dewan Komisaris Perseroan.

4. Hingga Awal September, Elnusa Capai 80% dari Target Kontrak

PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga awal September mencatatkan realisasi kontrak kerja konsolidasi on hand 80% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan 2022. ELSA menargetkan pendapatan kisaran Rp 8 triliun serta laba bersih di kisaran Rp 200 miliar pada 2022 ini.

Melihat capaian realisasi kontrak tersebut, Elnusa yakin mampu membukukan kinerja keuangan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Hal ini didukung oleh peningkatan aktivitas jasa hulu migas khususnya dalam kegiatan seismic dan well services juga adanya peningkatan kebutuhan BBM yang saat ini sudah kembali normal. Dengan demikian hal tersebut cukup berdampak positif pada segmen jasa distribusi logistik energi yang menjadi primadona penopang kinerja perseroan.

Manager of Corporate Communications Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina mengatakan dari realisasi kontrak yang telah dicatatkan memiliki komposisi 33% Jasa Hulu Migas, 59% Jasa Distribusi dan Logistik Energi dan sisanya 8% pada Jasa Penunjang Migas.

“Adapun kontrak tersebut didominasi oleh Pertamina Group sebesar 69% dan non Pertamina Group 31%. Pada jasa hulu migas kontrak didapatkan untuk melakukan pekerjaan jasa drilling fluid dan workover di area Mahakam Kalimantan, survei seismik 2D, dan pekerjaan non aset based (EPC O&M) di blok rokan,” rinci Jayanty dalam keterangan resmi, Selasa (6/9/2022).

Sementara itu untuk jasa distribusi dan logistik energi yang menjadi kontributor utama adalah pada transportasi BBM, Trading BBM Inmar dan pengelolaan Depo.

5. Cuan Tanuri Dari Bisnis Bola Menipis, Laba BOLA Anjlok 69%

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mencatat laba bersih Rp 22,33 miliar pada semester pertama 2022. Nilai tersebut turun sebesar 69% dari periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 72,09 miliar.

Mengutip laporan keuangan perseroan, pendapatan BOLA sejatinya meroket sebesar 393,62% menjadi Rp 174,89 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 35,43 miliar.

Kemudian, beban operasi perseroan naik 132% menjadi Rp 155,58 miliar pada akhir Juni 2022 dari tahun lalu pada periode uang sama yaitu sebesar Rp 68,04 miliar.

Meski beban tersebut naik signifikan, BOLA masih mampu mencatat laba kotor Rp 19,34 miliar dari sebelumnya rugi 31,60 miliar.

Akan tetapi, BOLA hanya mencatat pendapatan keuangan Rp 6,11 miliar paruh pertama tahun ini. Nilai ini anjlok sekitar 94% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 111,5 miliar.

Imbasnya, laba tahun berjalan anjlok 63,59% menjadi Rp 25,5 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 70,04 miliar. Penurunan ini yang turut mengurangi perolehan laba BOLA.

Informasi saja, BOLA merupakan emiten milik pengusaha Pieter Tanuri dengan kepemilikan 40,54%. Selain Pieter, Asuransi Central Asia dan Ayu Patricia Rachmat juga memiliki masing-masing 8,88% dan 5,08% saham BOLA. Sisa 45,50% saham dimiliki masyarakat.