Yayasan BUMN Ajak NGO Belanda Kelola Limbah di Indonesia

Yayasan BUMN Ajak NGO Belanda Kelola Limbah di Indonesia
Yayasan BUMN Ajak NGO Belanda Kelola Limbah di Indonesia

idfakta.com – Yayasan BUMN Untuk Indonesia (YBUMN) mengajak Waste Netherland International Foundation untuk mengelola limbah di Indonesia.

Dalam pertemuan bersama Waste, Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrath menjelaskan soal Pilot Project Yayasan BUMN tentang pengelolaan sampah di kawasan Wisata Borobudur, Magelang.

“Kami juga menjelaskan tentang tantangan pengelolaan sampah di Indonesia secara umum dan juga rencana ke depan untuk pengembangan pilot project tersebut di wilayah lain di Indonesia agar menjadi program yang berkesinambungan,” kata Harjawan usai pertemuan di Amsterdam, (2/9/2022).

Penasihat Manajemen Sanitasi dan Limbah Gert de Bruijne menanggapi positif ajakan dari Indonesia. Ia menjelaskan untuk menanggulangi masalah lingkungan khususnya limbah, perlu adanya riset terlebih dahulu tentang apa saja yang sudah dilakukan di lingkungan tersebut dan bagaimana situasi yang terjadi saat ini.

Lalu kemudian perlu adanya komunikasi dan kerjasama dengan empat pemangku kepentingan utama, yaitu sektor privat, pemerintah setempat, komunitas, dan sektor keuangan.

“Perlu adanya visi yang jelas dari keempat pihak tersebut dan membuat rencana jangka panjang misalnya 5 atau 10 tahun ke depan agar dapat berkesinambungan,” ujar de Bruijne.

Sektor privat dinilai sebagai kunci utama yang dapat melakukan pekerjaan ini, karena mereka tahu bagaimana cara mengelola daerahnya.

Lalu dilanjutkan dengan pengoptimalan dana lokal yang ada, misalnya dari APBD setempat.

Setelah itu perlu membangun semangat komunitas untuk bersama-sama menjaga lingkungan, dan terakhir barulah perlu adanya bantuan investasi dana dari sektor keuangan baik dari skala besar seperti bank maupun skala kecil atau mikro.

“Jangan pakai donasi menjadi dana utama, tetapi maksimalkanlah 4 kelompok tersebut”, kata de Bruijne.

“Karena jika suatu kelompok sekedar berdonasi, cenderung tidak muncul rasa memiliki dan kurang peduli lagi. Tetapi jika membawa ke-empat kelompok tadi, mereka memiliki kepentingan yang sama untuk daerahnya dan dapat bermanfaat bagi semua,” lanjut dia.

Waste adalah organisasi non-profit internasional ( NGO ) yang bergerak di bidang penanganan limbah. Mereka telah bergerak di bidang pengelolaan limbah sejak tahun 1983.

Organisasi ini pada awalnya melakukan riset lalu kemudian dikembangkan menjadi aksi nyata pengelolaan limbah di berbagai negara.

Seperti Afrika (Tanzania dan Uganda), Asia (India dan Bangladesh), serta Indonesia tepatnya di Flores dan Yogyakarta untuk pengelolaan limbah plastik, sanitasi, toilet kering termasuk limbah manusia.

“Kita dapat membantu memberikan saran teknis serta manajemen pengelolaan atau pun hal-hal lain yang dibutuhkan oleh mereka,” kata de Bruijne.

Adapun Yayasan BUMN selama ini fokus menggerakkan tanggung jawab sosial di lingkungan BUMN, khususnya seputar lingkungan, pendidikan, dan UMKM.

Sebagai penutup diskusi, WASTE menjelaskan tentang adanya peluang kerja sama dengan YBUMN untuk proyek mereka yang akan berjalan dengan IKEA untuk Indonesia.

Mereka akan mendiskusikan lebih lanjut dengan pihak IKEA dan Yayasan BUMN akan melanjutkan komunikasi dengan WASTE tentang peluang kerjasama internasional untuk Indonesia ini.