Miliarder Pembuat Obat Ini Dibunuh 5 Tahun Lalu, Pewarisnya Lakukan Sayembara, Janjikan Rp547 M untuk Siapapun yang Bisa Tangkap Si Pembunuh

idfakta.com – Lima tahun lalu, miliarder pemilik perusahaan obat dan istrinya ditemukan tewas di rumah mereka di Toronto. Hari ini, pewarisnya yang juga anak mereka melakukan sayembara dan menawarkan USD35 juta (Rp547 miliar) untuk membantu menyelesaikan pembunuhan yang mengerikan itu.

Almarhum Barry Sherman adalah pendiri perusahaan obat generik Apotex Inc. Bersama istrinya, Honey, keduanya ditemukan tewas di mansion mereka pada 15 Desember 2017. Keduanya digantung dengan ikat pinggang dari pagar yang mengelilingi kolam renang dalam ruangan mereka dan berada di dek kolam renang dengan posisi setengah duduk.

Melansir CBS News di Jakarta, Selasa (20/12/22) dengan tersangka yang masih buron, putra pasangan itu, Jonathon Sherman, mengatakan kepada CBC Toronto bahwa dia menambahkan USD25 juta (Rp390 miliar sebagai hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan hukuman.

Sebelumnya, keluarga telah menawarkan hadiah USD10 juta (Rp156 miliar), sehingga total uang hadiah menjadi USD35 juta.

“Penutupan tidak akan mungkin sampai mereka yang bertanggung jawab atas tindakan jahat ini diadili,” kata Jonathon Sherman dalam sebuah pernyataan kepada CBC Toronto.

Tahun lalu, polisi meminta bantuan publik setelah merilis video tersangka pembunuhan. Toronto Det. Sersan Brandon Price mengatakan tersangka menghabiskan waktu yang sangat mencurigakan di sekitar rumah Sherman sekitar waktu pembunuhan.

Price memberi publik rekaman kamera keamanan tentang seorang pria atau wanita yang berjalan di trotoar dengan topi yang tampaknya menendang sepatu bot kanannya saat mereka mengambil setiap langkah. Video tersebut tidak memperlihatkan wajah tersangka.

Sherman, yang meninggal dunia pada usia 75 tahun, dikenal karena litigasi dan praktik bisnis yang agresif saat dia mengembangkan Apotex. Perusahaan memiliki tenaga kerja global sekitar 11.000 orang. Dalam “Prescription Games”, sebuah buku tahun 2001 tentang industri tersebut, dia berpikir bahwa seorang saingan mungkin ingin membunuhnya.

error: Content is protected !!