Upaya GudangAda Jaring Pelaku Ritel Masuk Digital

Upaya GudangAda Jaring Pelaku Ritel Masuk Digital
Upaya GudangAda Jaring Pelaku Ritel Masuk Digital

idfakta.com – g src=”https://foto.kontan.co.id/kiSGfZ-g6npdGMai_Az9oo8ci_k=/smart/2021/11/14/180705279t.jpg”>

JAKARTA. Segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menarik perhatian bagi usaha rintisan. Salah satunya, GudangAda, startup penyedia kebutuhan grosir bagi pelaku usaha ritel.

Perusahaan yang membuat rantai pasok secara digital ini punya ambisi memperbanyak jumlah UMKM, terutama peritel tradisional untuk masuk ke ranah digital. Apalagi, catatan Kementerian Koperasi dan UKM per Mei 2022 menunjukkan, baru ada 18,5 juta UMKM yang go digital. Padahal, jumlah UMKM lebih dari 90 juta unit.

GudangAda pun tak mau membuang kesempatan untuk menambah jumlah pengguna yang hingga Juli lalu tembus 1,1 juta. Salah satu upaya untuk mendongkrak jumlah pengguna mereka dengan memperbanyak fitur layanan.

Misalnya GudangAda Solusi. Fitur yang meluncur Agustus kemarin adalah layanan manajemen terintegrasi bagi pengguna. Layanan fitur ini mencakup manajemen stok dan harga, laporan transaksi bisnis, laporan rugi dan laba, pencetakan setruk, serta pengelolaan pelanggan serta karyawan.

Guna memudahkan penggunaan layanan tersebut, GudangAda Solusi punya tiga fitur tambahan. Yakni, fitur scan barcode untuk memudahkan inventori barang, integrasi data dengan marketplace yang terdaftar di GudangAda, dan penggunaan database produk kebutuhan grosir di GudangAda.

“Harapannya, GudangAda Solusi dapat membantu digitalisasi bisnis pedagang tradisional, agar produktivitas bisnisnya meningkat,” kata Stevensang, Chief Executive Officer (CEO) GudangAda.

Corporate Communication Gudang Ada Armyn Gita menambahkan, GudangAda Solusi juga bisa membantu para pengguna GudangAda untuk mengoptimalkan bisnis mereka. Artinya, selain melakukan pembelian barang kelontong di GudangAda, peritel bisa mengelola bisnis di Gudang Ada.

“Jadi, setiap ada update informasi di pengguna GudangAda, secara otomatis juga terekam di GudangAda Solusi,” ungkap Armyn Gita kepada KONTAN.

Keberadaan fitur tambahan ini GudangAda lakukan setelah sebelumnya melakukan program edukasi bagi peritel yang menjadi pengguna mereka yang bertajuk Payung Bertumbuh Sehat pada Maret lalu.

Dengan program tersebut, GudangAda berharap, para penggunanya bisa lebih optimal memanfaatkan layanan yang ada di platform GudangAda.

Ini penting, karena bisa mempertebal kocek startup tersebut, yang menurut Yuanita Agatha, Senior Vice President Brand and Communication GudangAda, dari setiap transaksi pengguna di GudangAda, ada fee sebesar 1% sampai 5%.

“Kami ingin pertumbuhan bisnis yang selalu positif,” sebutnya.

Untuk memastikan harapan itu terwujud, GudangAda bakal mengevaluasi terus perkembangan bisnis mereka, termasuk juga tetap menambah fitur layanan yang ada di platform setiap tiga bulan sekali.