#HargaiKerjaKerasmu Biar Hasil Enggak Berkhianat

idfakta.com – #HargaiKerjaKerasmu! Sebelum terlambat dan sebelum kamu berakhir seperti aku dan semua penyesalanku di masa lalu!

#HargaiKerjaKerasmu Biar Hasil Enggak Berkhianat

Ehem!

Halo, sobat Finansialku!

Apa kabar kamu dan arus keuanganmu? Aku harap, sih, tetap baik-baik aja, ya!

Hari ini aku lagi sabotase Finansialku, nih! Mumpung aku lagi santai dan enggak ada deadline juga! Walaupun sebenarnya, dua tahun terakhir ini aku memang membatasi diri aku dari sifat overworked, sih!

Alasannya simpel, aku cuma ingin menikmati waktu bebas di luar jam kerja sekaligus menghargai kerja kerasku selama ini dengan lebih bijak.

Dulu inget banget, setiap hari lembur dan ambil side-job kiri kanan demi cuan!

Apapun aku lakukan demi cuan dan mencapai impian

Waktu itu, ambisi aku cuma satu, masuk ke daftar Forbes 30 Under 30, satu kategori bersama teman-teman seumuranku yang udah sukses rintis bisnisnya!

Bayanginnya aja bikin aku bisa nggak tidur berhari-hari!

Dua tahun aku menjalani pola hidup seperti itu. Capek, sakit, enggak pernah aku indahkan, karena aku punya tujuan.

Aku pikir aku bisa cepet kaya dan bisa mewujudkan ambisi gilaku yang satu itu.

Ternyata yang datang dan tersisa cuma penyesalan yang kadang bikin aku geleng-geleng kepala kalau dipikirin lagi.

Uang? Hahahahaha!

Enggak ada!

Uang? Yakin enggak salah eja jadi malang?

Sobat Finansialku mungkin berpikir kalau dengan pola kerjaku yang super lebay itu, aku enggak akan mengalami kesulitan di akhir bulan, sebagaimana banyak dirasakan teman-teman seumuran.

Salah!

Aku masih mengalaminya. Aku masih harus pinjam sana-sini, menghubungi rekan kanan-kiri untuk pinjam uang demi bisa makan satu kali sehari.

Terus ke mana larinya uang yang aku kumpulkan setiap hari dari hasil lembur dan side jobku?

Semuanya aku donasikan! Mulia banget, kan?

Iya, aku donasikan untuk kedai kopi yang aku kunjungi setiap hari setelah makan siang.

Sebelum ada asupan kafein, aku enggak bisa bekerja

Bukan cuma itu, aku juga rajin banget mengunjungi mal di dekat kantor. Sebenernya untuk memberi apresiasi aja pada diri sendiri setelah seharian bekerja menguras otak dan tenaga.

Aku biarkan diri aku menikmati semua pemandangan indah sepatu dan pakaian yang dipajang di setiap toko.

Keinginan untuk memiliki kemudian muncul tanpa aku sadari. Embel-embel apresiasi akhirnya aku jadiin kamuflase untuk bisa beli salah satu dari pemandangan indah ini.

Entah itu sepatu atau barang-barang lainnya, aku pasti pulang dengan menenteng satu atau dua tas belanja dengan hati yang super senang seperti anak yang turun panas demam.

Iya, dengan alasan konyol, aku membiarkan diri aku termakan sifat impulsif dan konsumtif yang pada akhirnya cuma merugikan aku.

Ini bukan self reward!

Dulu sama sekali enggak nyesel. Pikirnya, sih, untuk motivasi menjalani hari-hari ke depan yang super melelahkan.

Konyol banget, ‘kan?

Ya enggak aneh, dong, kalau setiap pertengahan bulan aku harus terseok-seok memenuhi kebutuhan-kebutuhan primerku kayak makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya dengan pinjam uang ke temen-temen kantorku.

Dua tahun aku menjalani kehidupan yang super konyol ini! Uang enggak ngumpul, malah ditinggal temen-temen!

Pada akhirnya, yang bisa menyelamatkan kamu adalah dirimu sendiri

Semua ini terus berlanjut sampai suatu hari, aku enggak sengaja membaca artikel di website Finansialku.com ketika nongkrong di kedai kopi langgananku.

Judulnya click bait abis! Mau enggak mau, aku buka artikel itu. Ternyata isinya soal tips merencanakan keuangan.

Enggak sampai selesai kubaca artikel itu. Perasaanku jadi super enggak enak. Artikel ini seakan menyindir aku yang enggak bisa menghargai kerja kerasku dengan menanamkan sifat konsumtif.

Menarik nafas, aku putuskan untuk selesaikan baca sampai akhir tulisan.

Enggak perlu waktu lama untuk aku mendapatkan pencerahan dari kehidupan finansial yang berantakan ini.

Aku enggak pernah tahu kalau aplikasi ini bisa mengubah kehidupanku

Pelan-pelan, aku mulai catat setiap pemasukan dan pengeluaranku dengan disiplin di aplikasi Finansialku.

Padahal sebelumnya, aku yang dulu merasa kalau mencatat keuangan itu hal yang super ribet! Ah! Bikin males deh pokoknya!

Tapi setelah memaksakan diri untuk mencoba kebiasaan baru itu, ada yang berubah dari aku.

Setelah mencatat pengeluaran sehari-hari, aku baru menyadari kalau aku ini punya sifat konsumtif yang parah.

Dari laporan keuangan yang aku dapat setiap bulan, aku juga jadi tau kalau aku ini orang yang super boros. Untuk satu hari, aku bisa menghabiskan uang jutaan cuma untuk kasih apresiasi diri aku sendiri!

Akhirnya, aktivitas nongkrongku di kafe enggak nirfaedah!

Dari situ kemudian muncul keinginan untuk berhenti bersikap konyol dan mengerem perasaan ingin beli barang yang enggak aku perlukan banget.

Kalau biasanya pulang kerja aku melipir ke mal, kali ini aku langsung ke rumah, mencoba menikmati waktu sendiri setelah seharian penuh kerja menguras otak dan energi.

Bukan cuma itu, aku juga mulai alokasikan danaku ke hal-hal yang lebih menguntungkan seperti saham yang aku pelajari dari ebook gratis di website Finansialku.

Kemudian di sinilah aku, menjadi sosok yang lebih bijak dalam mengalokasikan uangku dan mendalami wawasanku soal finansial yang aku dapat dari video-video gratis yang diupload di youtube-nya Finansialku.

Aku juga rutin ikutin webinar dan dengerin podcast di aplikasi Finansialku untuk menemaniku di perjalanan pulang kerja.

Pelan-pelan, aku mulai bisa melihat hasil dari kerja kerasku. Dana daruratku aman, asuransiku jalan, sahamku semakin cuan.

Kemudian aku sadar, hasil memang tidak pernah mengkhianati kerja keras. Tapi hasil akan lebih maksimal kalau kamu kerja cerdas.

Kalau aku bisa lepas dari jeratan ini, kamu juga pasti bisa!

Perubahan itu tanpa aku sadari makin buat aku bahagia dan mengubah 180 derajat sifat dan sikapku yang buruk terhadap uang.

Aku enggak mau kamu, dan Sobat Finansialku lainnya harus tertampar keras seperti aku dulu biar tersadar dari jeratan tak kasat mata ini.

Aku ingin kalian semua cepat bertobat, kembali ke jalan yang benar, dengan menyertakan aplikasi Finansialku sebagai bagian dari kehidupan kalian.

Unduh aplikasinya di Google Play Store dan Apple Apps Store sekarang!

Lalu segera lah gunakan fitur ‘Financial Check Up’ untuk memulai perubahan yang baik ini. Karena kita tidak mungkin memulai ‘operasi’ kalau kita tidak tahu apa yang harus diperbaiki, ‘kan?

Itulah gunanya Financial Check Up untuk kita. Memberikan kita diagnosa yang lengkap soal penyakit-penyakit keuangan, dan bagian mana yang harus secepatnya dioperasi.

fitur Financial Check Up

Setelah selesai melakukan pengecekan, Sobat Finansialku akan mendapatkan laporan terperinci tentang keadaan keuangan terkini.

Semua rasionya dihitung secara otomatis, memberikan kita pandangan lengkap soal keadaan keuangan yang mungkin saja selama ini enggak kita ketahui karena terlalu percaya diri.

Contoh hasil laporan Financial Check Up

Gambar di atas, adalah contoh dari laporan atau hasil dari Financial Check Up yang sudah dilakukan. Bingung, ya? Tenang, aku juga dulu begitu, kok!

Makanya, setelah terima laporan ini, aku langsung melakukan konsultasi dengan para perencana keuangan dari Finansialku yang bisa aku hubungi kapanpun, lewat fitur ‘Konsultasi Keuangan’.

Cara Konsultasi Keuangan dengan aplikasi Finansialku

Dari sana, aku kemudian dituntun dan dibantu untuk perbaiki satu per satu masalah keuanganku yang menahun ini. Mereka ramah dan mau aku ganggu kapan aja aku punya pertanyaan soal keuanganku.

Sobat Finansialku juga bisa begitu, kok! Semuanya sudah aku buktikan dan dampaknya sangat baik untuk kondisi keuanganku.

Sekarang, impianku bukan lagi Forbes 30 before 30. Tapi punya rumah impian pertama sebelum 30! Hahahahaha!

Memang enggak mudah. Tapi bukan berarti enggak mungkin, ‘kan? Aku hanya perlu konsisten dan perdalam wawasanku dengan e-book finansialku tentang Strategi Membeli Rumah Pertama yang bisa aku unduh GRATIS!

Makanya, aku semakin percaya diri kalau aku bisa capai impianku dalam waktu dekat ini. Doakan aku, semoga impian ini bisa aku gapai dengan lancar, ya!

Tunggu, deh. Kayaknya aku terlalu asik cerita sampai enggak sadar kalau waktu sabotaseku udah habis!

Gawat! Aku harus pergi sekarang, nih! Kita lanjut cerita-cerita di lain waktu, ya! Tapi nanti, giliran aku yang simak cerita sobat Finansialku!

Pesanku cuma satu, #HargaiKerjaKerasmu agar hasil tidak berkhianat, ya!

Dah!

Aku enggak mau banyak orang harus mengalami hal memalukan ini. Sobat Finansialku mau kan, untuk bantu aku sebarin aibku ini biar jadi pembelajaran untuk banyak orang?

Jangan lupa sertakan tagar #HargaiKerjaKerasmu, ya!

Sumber Gambar:

    #HargaiKerjaKerasmu – Dokumentasi Pribadi
error: Content is protected !!