Apa Perbedaan Sunscreen Mineral dengan Kimia? Ini Kata Dokter Kulit

Apa Perbedaan Sunscreen Mineral dengan Kimia? Ini Kata Dokter Kulit
Apa Perbedaan Sunscreen Mineral dengan Kimia? Ini Kata Dokter Kulit

idfakta.com – Seperti halnya dengan banyak skincare, tabir surya atau sunscreen juga saat ini memiliki banyak produk yang dijual di pasaran.

Mulai dari yang organik dan vegan, hingga lotion dan semprotan, semua memiliki informasi yang berbeda-beda yang mungkin membuat kita kebingungan dalam memilih.

Namun, pada akhirnya, kita tetap harus menentukan tujuan pembelian sunscreen, yakni untuk mencegah kanker kulit dan kerusakan akibat sinar matahari.

Sering kali, keputusan ini bermuara pada pilihan untuk memakai sunscreen mineral atau kimia.

Meskipun keduanya dapat membantu melindungi kulit kita dari sinar UV yang merusak, perbedaannya terletak pada bahan, fungsi, dan caranya dalam melindungi kulit.

“Ketika memilih sunscreen, saya selalu mengatakan kepada pasien saya bahwa sunscreen terbaik adalah yang dipakai secara teratur.”

Demikian kata seorang dokter spesialis kulit dan profesor klinis dermatologi di University at Buffalo, Dr Jason Rizzo, MD, PhD.

Menurut dia, sunscreen harus berspektrum luas, tahan air, dan memiliki SPF 30 atau lebih tinggi.

Di luar itu, sebagian besar tergantung pada preferensi dan kebutuhan pribadi kita masing-masing.

“Saya mendorong pasien untuk bereksperimen dengan berbagai merek dan formulasi untuk menemukan produk yang terasa dan terlihat paling baik di kulit mereka, karena ini akan mendorong kepatuhan dengan penggunaan rutin,” sebut dia.

Nah, untuk membantu memastikan kita memakai sunscreen terbaik untuk kesehatan, para ahli pun menjelaskan bagaimana cara kerja sunscreen mineral dan apa yang membuatnya berbeda dari yang lain.

Perbedaan sunscreen mineral dan kimia

Perbedaan terbesar antara sunscreen mineral dan kimia adalah bahan aktifnya, serta bagaimana fungsinya untuk melindungi kulit.

“Bahan aktif sunscreen mineral, seperti yang mungkin kita duga, adalah mineral khususnya seng oksida, titanium dioksida, atau kombinasi keduanya,” kata Kepala Dermatologis dan salah satu pendiri BalmLabs, Robin Schaffran.

Selain itu, sunscreen mineral juga dianggap sebagai penghalang fisik sinar UV.

“Ketika diaplikasikan pada kulit, sunscreen ini secara fisik memantulkan sinar UV,” ungkap Schaffran.

Sementara sunscreen kimia mengandalkan bahan-bahan kimia seperti octinoxate, homosalate, octisalate, avobenzone, atau oxybenzone, yang melindungi kulit dari kerusakan sinar UV dengan menyerap sinar UV bukan memantulkannya.

Rizzo menjelaskan, semua sunscreen mineral memberikan perlindungan berspektrum luas terhadap radiasi, yang berarti SPF mineral dapat memblokir gelombang UVA dan UVB dari matahari.

Namun, sunscreen kimia penyerap lebih sering diformulasikan untuk hanya melindungi kulit dari gelombang UVB.

Jadi, dia pun menyarankan memeriksa label untuk perlindungan spektrum luas sebelum membeli formula dan memastikan kita mendapatkan hasil maksimal dari produk tersebut.

Pembeda ini lebih mudah dipahami ketika kita berpikir kembali ke masa-masa sebelumnya yang kita habiskan di bawah sinar matahari.

“Pernahkah kita berkata pada diri sendiri, saya memakai sunscreen dan masih terbakar sinar matahari? Jika demikian, kemungkinan besar kita memakai SPF kimiawi,” kata dokter kulit , Erum N. Ilyas, MD, MBE, FAAD.

“Setelah sunscreen kimia memaksimalkan kemampuannya untuk menyerap cahaya, sisa sinar UV meluap ke kulit,” kata dia.

Sementara itu, karena sunscreen mineral menghalangi sinar UV, kandungan seng atau titanium oksida di dalamnya berfungsi seperti perisai untuk mencegah kulit menyerap cahaya itu sejak awal.

Siapa yang harus menggunakan sunscreen mineral

Baik sunscreen mineral maupun kimia, semua aman dan menawarkan perlindungan yang diperlukan.

Namun, karena formulanya yang bebas bahan kimia, sunscreen mineral mungkin lebih cocok untuk orang-orang dengan kulit sensitif dan memiliki gangguan fotosensitivitas.

Sunscreen ini juga diketahui memiliki tingkat iritasi yang lebih rendah dan menyebabkan sejumlah kecil reaksi alergi.

Pendiri Skin Wellness Dermatology, Corey L. Hartman menambahkan, orang dengan rosacea dan eksim, serta mereka yang rentan terhadap dermatitis kontak alergi juga harus menggunakan sunscreen mineral untuk menghindari iritasi.

Secara khusus, bagaimana penyerap bahan kimia yang berpotensi mengganggu endokrin dalam formula dapat berdampak pada hormon orang-orang yang memakai sunscreen kimia .

“Mengingat risiko gangguan endokrin yang tidak jelas dengan bahan sunscreen kimia dan potensi penyerapannya ke dalam aliran darah, saya cenderung merekomendasikan anak-anak dan wanita hamil menggunakan produk sunscreen mineral,” kata Ilyas.

Di sisi lain, Rizzo menunjukkan bahwa sementara banyak pasien memiliki kekhawatiran keamanan tentang penyerap kimia, penting untuk dicatat bahwa penyerap kimia yang disetujui FDA telah digunakan selama beberapa dekade dengan catatan keamanan yang sangat baik.

Intinya adalah bahwa jika pasien tidak dapat mengakses atau menoleransi sunscreen mineral, maka mereka tidak perlu takut menerapkan sunscreen kimia.

“Penggunaan sunscreen kimia adalah pilihan yang lebih aman dibandingkan dengan paparan sinar matahari yang tidak terlindungi, mengingat efek karsinogenik radiasi UV yang sudah mapan pada kulit,” kata dia.

Tapi, pada akhirnya, jika kita merasa tidak cocok dengan salah satu di antara sunscreen mineral atau kimia, sebaiknya bicarakan juga hal ini dengan dokter kulit atau dokter perawatan primer.