Doyan Minum Boba? Awas! Anda Berisiko Mati Muda

Doyan Minum Boba? Awas! Anda Berisiko Mati Muda
Doyan Minum Boba? Awas! Anda Berisiko Mati Muda

idfakta.com – Minuman manis seperti boba atau bubble tea memang enak dan menyegarkan. Namun di balik manisnya, minuman seperti itu ternyata menyimpan petaka bagi kesehatan.

Mengonsumsi minuman manis seperti boba, soda, minuman berenergi dan jus kemasan yang mengandung banyak gula disebut dapat meningkatkan risiko mati muda bila dikonsumsi berlebihan. Jenis minuman seperti itu menyebabkan penyakit kardiovaskular dan kanker, menurut studi terbaru di jurnal Circulation.

“Ada studi-studi sebelumnya yang menunjukkan kaitan kuat antara konsumsi minuman manis dengan kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, dan juga kondisi kardiometabolik seperti penyakit jantung dan stroke,” kata Vasanti Malik, ketua penelitian tersebut, dikutip dari CNN International.

Adapun kematian akibat sering mengonsumsi minuman manis ini juga terkait dengan penyakit pencernaan yang termasuk penyakit hati, usus buntu, pankreas dan usus.

Berdasarkan review yang diterbitkan dalam jurnal Food and Nutrition Research menunjukkan konsumsi minuman tinggi gula berkaitan erat dengan penumpukan lemak tubuh, masalah kegemukan, dan penyakit diabetes.

Kemudian review lain dalam Current Diabetes Report juga menunjukkan hasil serupa. Mereka yang mengkonsumsi minuman manis mengandung gula sebanyak 1-2 saji per hari ternyata memiliki risiko terkena diabetes hingga 26% lebih tinggi dibanding dengan yang tidak mengonsumsinya.

Tak cuma itu, Allen Towfigh, dokter ahli saraf dari Weil Cornell Medical Center mengatakan, penderita diabetes memiliki peluang besar untuk terjangkit demensia. Dampak negatif gula pada otak terjadi karena risiko peradangan yang meningkat.

Hal itu tentunya perlu diwaspadai karena data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 menunjukkan 30% orang Indonesia mengkonsumsi minuman manis sampai 6 kali per minggu. Bahkan 61% orang ternyata mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali setiap harinya.

Untuk itu, para peneliti menyarankan untuk menjaga pola makan yang sehat dan menghindari minuman tinggi gula karena dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan.