Pulau Kalimantan Berbatasan Langsung dengan Negara Apa Saja?

Pulau Kalimantan Berbatasan Langsung dengan Negara Apa Saja?
Pulau Kalimantan Berbatasan Langsung dengan Negara Apa Saja?

idfakta.com – erapa orang mungkin masih bertanya-tanya Pulau Kalimantan berbatasan langsung dengan negara apa saja.

Jawabannya adalah Malaysia dan Brunei Darussalam.

Pulau Kalimantan berbatasan langsung dengan negara Malaysia, tepatnya Negara Bagian Sarawak, Malaysia Timur.

Bagian paling Utara Indonesia yaitu Kalimantan terletak di pulau yang sama dengan daerah Sarawak dan Sabah.

Selain Malaysia, Kalimantan juga masih satu pulau dengan negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Brunei Darussalam.

Dengan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kalimantan Barat menjadi provinsi yang mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara.

Batas negara di Pulau Kalimantan

Daerah yang menjadi batas di pulau Kalimantan dengan Malaysia, di antaranya yakni:

  • Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu
  • Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai
  • Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau dan Nunukan

Uniknya, karena tinggal di perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, beberapa warga Indonesia di sana disebut masih menggunakan dua mata uang sekaligus dalam melakukan transaksi, yaitu ringgit dan rupiah.

Warga Kalimantan di daerah perbatasan menggunakan dua mata uang karena lokasinya yang sangat berdekatan.

Mereka bisa dengan mudah berbelanja kebutuhan sehari-hari di dua negara yang berbeda.

Namun, warga Kalimantan khususnya yang tinggal di perbatasan sekarang membutuhkan Kartu Izin Lintas Batas atau KILB.

Dilansir dari karya ilmiah berjudul “Dinamika Masyarakat Perbatasan” yang diterbitkan Jurnal Borneo Administrator pada 2015, ada banyak WNI yang lebih memilih untuk berbelanja di Malaysia daripada di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh mahalnya harga bahan pokok yang ada di daerah perbatasan.

Oleh sebab itu, untuk memperoleh bahan pokok, warga Indonesia masih bergantung pada produk-produk dari “Negeri Jiran”.

Kasus seperti ini menandakan bahwa kehidupan masyarakat di perbatasan Kalimantan terdapat memiliki kesenjangan dengan daerah perkotaan.