Putin Serukan Peninjauan Kembali Kesepakatan Gandum Ukraina

Putin Serukan Peninjauan Kembali Kesepakatan Gandum Ukraina
Putin Serukan Peninjauan Kembali Kesepakatan Gandum Ukraina

idfakta.com – Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (7/9/2022) bahwa ia ingin membahas kembali kesepakatan yang ditengahi PBB yang memungkinkan Ukraina mengekspor gandumnya melalui Laut Hitam.

Ini disampaikan setelah Putin menuduh Kyiv dan Barat menggunakannya untuk menipu negara-negara berkembang dan Rusia.

Dilansir Reuters, kritik Putin, yang menuduh bahwa kesepakatan itu mengirimkan biji-bijian, pupuk, dan bahan makanan lainnya ke Uni Eropa dan Turki dengan mengorbankan negara-negara miskin, kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran bahwa pakta itu dapat terurai jika tidak berhasil dinegosiasikan kembali.

Ukraina, yang pelabuhan-pelabuhannya telah diblokade Rusia sejak invasi pada Februari, mengatakan syarat-syarat perjanjian itu dipatuhi dengan ketat dan tidak ada alasan untuk merundingkan kembali.

Perjanjian tersebut, yang difasilitasi oleh PBB dan Turki pada bulan Juli, menciptakan koridor ekspor yang dilindungi melalui Laut Hitam untuk gandum Ukraina.

Ini terjadi setelah Kyiv kehilangan akses ke rute ekspor utamanya ketika Rusia menyerang Ukraina melalui darat, udara dan laut.

Perjanjian tersebut, yang dirancang untuk membantu meringankan harga pangan global dengan meningkatkan pasokan biji-bijian dan minyak sayur.

Hal ini telah menjadi satu-satunya terobosan diplomatik antara Moskow dan Kyiv dalam lebih dari enam bulan perang.

Moskwa mengatakan pada saat itu bahwa salah satu alasan utama menandatangani kesepakatan itu adalah karena ingin membantu negara-negara berkembang mencegah kekurangan pangan.

Tetapi Putin mengatakan pada hari Rabu bahwa Ukraina dan Barat tidak menghormati persyaratannya dan bahwa sebagian besar gandum pergi ke UE, bukan ke negara-negara miskin.

“Saya bertemu dengan para pemimpin Uni Afrika, dengan para pemimpin negara-negara Afrika, dan berjanji kepada mereka bahwa kami akan melakukan segalanya untuk memastikan kepentingan mereka dan memfasilitasi ekspor gandum Ukraina,” kata Putin dalam forum ekonomi di kawasan Timur Jauh Rusia.

Tetapi jika pengiriman ke Turki sebagai negara perantara dikecualikan, dia mengatakan bahwa hanya dua dari 87 pengiriman yang termasuk dalam Program Pangan Dunia PBB, yang mewakili hanya 60.000 ton atau 3 persen dari total 2 juta ton yang diekspor sejauh ini.