Motor  

Purbalingga Expo 2022 Luncurkan Prototipe Motor Listrik Bralink EV-1

idfakta.com – Dikutip dari kantor berita Antara, motor listrik ini adalah inovasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) setempat.

“Kami juga berkomitmen untuk menyukseskan pengembangan industri ramah lingkungan dengan memberdayakan IKM (Industri Kecil Menengah) Logam dan Alat Angkut Purbalingga,” jelas Johan Arifin, Kepala Dinperindag Kabupaten Purbalingga di Purbalingga, Kamis (15/12/2022) malam.

Menurutnya, pembuatan prototipe sepeda motor listrik Bralink EV-1 dilatarbelakangi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk transportasi jalan.

Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) Kabupaten Purbalingga, pada tahun 2021 terdapat 204 IKM Logam dan Alat Angkut yang memproduksi knalpot aftermarket (hand made) dengan jumlah tenaga kerja yang tercatat sebanyak 1.326 orang.

“Dengan adanya pengembangan industri kendaraan listrik oleh pemerintah pusat maka akan terjadi era pergeseran penggunaan kendaraan konvensional ke listrik,” lanjut Johan Arifin.

Sementara Bralink EV-1 sendiri adalah sepeda motor custom yang dibuat menggunakan bahan baku dan sumber daya lokal. Serta dikerjakan tangan atau handmade. Dipadu desain khas Purbalingga, seperti batik dan dihiasi logo berupa “Lawa” atau kelelawar yang menggambarkan Goa Lawa Purbalingga.

“Sepeda motor ini menggunakan kerangka yang terbuat dari stainless steel dan besi. Komponen dari luar negeri hanya dinamo, roda, dan ban, lainnya kami sendiri yang merangkai,” tukas Johan Arifin.

Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada prototipe sepeda motor listrik Bralink EV-1 sekitar 80-90 persen.

Spesifikasi motor listrik atau Electric Vehicle (EV) ini adalah berdimensi 186x45x75 centimeter, baterai LifePO4 60v 30 Ah yang perlu diisi daya listrik hingga penuh 2-3 jam. Kecepatan maksimal 70 km per jam jangkauan baterai maksimum 40 km.

Nantinya motor listrik Bralink EV-1 akan diproduksi secara terbatas untuk kolektor/pehobi sepeda motor listrik, pengelola kawasan wisata, dan perkantoran yang menggunakan kendaraan secara terbatas di dalam lingkungan kerja masing-masing.

Sementara ini baru dihasilkan sebanyak tiga unit yang dikerjakan dalam waktu kurang lebih selama dua bulan, sedangkan harganya Rp 40 juta per unit.

“Kami juga ingin mempromosikan bahwa Purbalingga juga bisa membuat suku cadang sepeda motor seperti setang, kerangka, rem, dan sebagainya,” tutup Johan Arifin.

error: Content is protected !!