Disparekraf DKI promosikan wisata Kota Jakarta dalam rangkaian video

idfakta.com – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menayangkan perdana rangkaian video yang dirilis di internet (web series) berjudul “Tiba-Tiba nge-GUIDE” di CGV Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Andhika Pertama mengatakan, pihaknya berupaya mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Jakarta melalui beragam kampanye. Salah satunya dengan menayangkan “web series” tersebut.

“Hal ini juga merupakan salah satu strategi dan langkah nyata dalam mempromosikan pariwisata Jakarta pascapandemi COVID-19,” kata Andhika Pertama dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Andhika mengungkapkan, dalam “web series” ini penonton diajak untuk menjelajah berbagai sudut Kota Jakarta dengan segala cerita dan ragam kultur budaya.

“‘Web series’ ini dikemas dalam delapan episode yang terdiri dari 24 lokasi berbeda dengan durasi 15 menit setiap satu episode,” ungkapnya.

Andhika menjelaskan, nantinya “web series” ini ditayangkan di Youtube channel Jakarta Tourism mulai 20 Desember 2022 dan setiap episode barunya tayang per hari.

“‘Web series’ ini berangkat dari sebuah fenomena global yang coba kita tangkap dan terapkan untuk di Jakarta,” katanya.

Andhika berharap dengan adanya “web series” ini semakin banyak orang yang tertarik untuk berwisata di Ibu Kota Jakarta.

“Seperti halnya yang terjadi pada film ‘Laskar Pelangi’, Ada Apa Dengan Cinta (AADC), ‘Filosofi Kopi’ dan film-film populer Indonesia lainnya yang meningkatkan kunjungan wisatawan di lokasi tersebut,” tuturnya.

Sutradara film “Tiba-Tiba ngeGUIDE”, Thaleb Wirachman Wahjudi menceritakan, “web series” tersebut berasal dari kisah seseorang pria bernama Ujal yang hobi menjelajah Kota Jakarta menggunakan alat transportasi umum.

“Tiba-Tiba ngeGUIDE”tidak hanya merangkum cerita yang menghibur dengan mengikuti pertualangan Ujal sebagai pemeran tokoh utama. “Namun ‘web series’ ini juga menceritakan sisi ‘highlight’ dari ‘landmark’ Kota Jakarta sebagai kota modern dan berbudaya plural,” ujarnya.

error: Content is protected !!