Gawat! Warga RI Ngerem Belanja, Tahun Baru Bakal Sepi Nih?

idfakta.com – Nilai belanja masyarakat Indonesia anjlok pada November 2022. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren historisnya di mana belanja akan melonjak menjelang akhir tahun.

Mandiri Spending Index menunjukkan nilai belanja masyarakat pada November 2022 ada di angka 154,8 pada akhir November 2022. Nilai tersebut turun dibandingkan Oktober (157,8) bahkan menjadi yang terendah sejak Juni 2022.Sementara itu, frekuensi belanja masyarakat ada di posisi 125,9 pada Oktober 2022. Frekuensi tersebut adalah yang terendah sejak Maret 2022.

“Berbeda dari pola-pola di tahun sebelumnya, tingkat belanja sejak awal Juni 2022 hingga akhir November 2022 masih terus dalam pola flat di sekitar level pra-Ramadan, kurang lebih telah berlangsung 6 bulan terakhir,” tulis Mandiri Institute dalam laporannya Brief of Latest Consumers Spending.

Nilai belanja pada November berkebalikan dengan pola di tahun-tahun sebelumnya dimana belanja biasanya merangkak naik dari September hingga Desember.

“Dengan kondisi ini, belanja di kuartal IV-2022 kemungkinan hanya tumbuh tipis dibanding kuartal IV-2021,” imbuh mereka.

Volume belanja pada November bahkan mengalami kontraksi sebesar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontraksi ini adalah yang pertama kalinya sejak Juli 2021 di mana Indonesia tengah dihantam badai varian Delta.

Nilai belanja masyarakat untuk handphone, barang elektronik, fashion, dan peralatan rumah tangga naik pada November. Sebaliknya, pengeluaran untuk restoran, supermarket, dan kesehatan melandai.

“Di beberapa minggu terakhir, belanja yang sedikit meningkat hanya belanja elektronik, terutama Handphone, yang disebabkan oleh promo dan launching produk baru,” ujar Mandiri Institute.

Pola belanja yang berbeda juga tercermin dari pengeluaran terkait liburan seperti travel, airlines, dan hotel. Pengeluaran kelompok tersebut biasanya meningkat tajam menjelang akhir tahun. Namun, tren tersebut sepertinya tidak terulang tahun ini.Menurut data Mandiri Institute, belanja travel akan mengalami akselerasi di minggu kedua November hingga minggu ketiga Desember, airlines pada minggu ketiga November hingga minggu ketiga Desember, sementara Hotel sejak minggu kedua November hingga minggu kelima Desember.

Dalam catatan Mandiri Institute, melandainya inflasi juga tidak serta merta mengerek belanja masyarakat. Inflasi memang sudah melandai pada Oktober dan November tetapi belanja justru ada dalam tren penurunan.

Sebagai catatan, inflasi Indonesia terus melandai dari 5,95% (year on year/yoy) pada September 2022 menjadi 5,71% (yoy) pada Oktober dan 5,42% (yoy) pada November.

“Secara basis mingguan, pengeluaran masyarakat masih bergerak pada level saat ada kenaikan harga BBM,” tulis Bank Mandiri.

Melambatnya nilai belanja sejalan dengan Indeks Penjualan Riil. Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, indeks hanya akan tumbuh 0,7% (month to month/mtm) dan 1,6% (yoy) pada November 2022.

Pertumbuhan indeks jauh menyusut dibandingkan pada Oktober 2022 yang tercatat 3,7% (yoy) dan 2,3% mtm). Secara bulanan, terjadi koreksi pada belanja untuk barang budaya dan rekreasi.

error: Content is protected !!