Senyum Mega, Jokowi dan Pembahasan Politik 2024 di Batutulis…

Senyum Mega, Jokowi dan Pembahasan Politik 2024 di Batutulis…
Senyum Mega, Jokowi dan Pembahasan Politik 2024 di Batutulis…

idfakta.com – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri terlihat turut menghadiri pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Kepala LKPP Hendrar Prihadi di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/10/2022).

Kehadiran Mega dalam momen pelantikan pejabat negara memang bukanlah hal yang baru. Sebab, sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mega kerap diundang untuk menghadiri pelantikan serupa.

Seperti saat Presiden melantik Abdullah Azwar Anas, politikus PDI Perjuangan , yang dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), menggantikan almarhum Tjahjo Kumolo.

Namun ada yang menarik dalam kehadiran Mega kali ini. Sebab, sepanjang kegiatan, Mega nampak tersenyum di balik maskernya.

Seperti misalnya saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo, menyapa Wakil Presiden Ma’ruf Amin maupun saat menyapa tamu undangan lain yang hadir saat pelantikan.

Pun demikian kepada awak media yang tengah menunggu keterangan pers dari Presiden Jokowi, tak luput mendapat lemparan senyum dari Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Kedatangan Mega selain sebagai tamu undangan, juga cukup dinantikan oleh awak media. Pasalnya, Mega sebelumnya diketahui sempat berbincang dengan Presiden Jokowi di Istana Batutulis , Bogor, Jawa Barat selama dua jam pada Sabtu (8/10/2022) lalu.

Namun, Mega memilih tersenyum kepada awak media dan enggan menanggapi pertanyaan yang diajukan.

“Enggak boleh. Kan sudah sama Bapak Presiden,” kata Mega sembari berlalu.

Pertemuan di Batutulis

Sebelumnya, Jokowi sempat enggan menjawab pertanyaan awak media ihwal pertemuannya dengan Megawati akhir pekan kemarin.

Sembari berseloroh pelan, ia mengatakan “tanya Bu Mega,” sambil menunjuk ke arah belakang di mana Megawati berdiri membelakanginya dalam jarak yang cukup jauh.

Setelah itu, Jokowi mengakui bila pertemuannya dengan Mega dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas politik karena situasi perekonomian global yang sedang dalam kondisi yang tidak pasti, sulit ditebak, diprediksi, dihitung bahkan dikalkulasi.

“Sehingga stabilitas politik dan keamanan itu menjadi penting sekali saat ini. Jangan sampai kita menjelang pemilu , ada persoalan besar dalam ekonomi global, terganggu ekonomi kita, itu yang endak kita kehendaki,” jelas Jokowi.

Tak hanya dengan Mega, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengaku membicarakan hal serupa saat bertemu dengan ketua partai politik lain. Namun, Jokowi tak mengungkap, kapan, di mana, dan dengan siapa pertemuan itu dilakukan.

Di samping membahas soal kondisi ekonomi, Pemilu 2024 juga menjadi hal yang tak luput dibahas saat keduanya berbincang sembari menyantap hidangan tradisional seperti jagung rebus, kacang Bogor, pisang rebus, talas dan nasi uduk pada saat itu.

“Termasuk juga untuk (pemilu) 2024 lah. Kita endak mungkin tutupi itu,” tegasnya.

Namun, saat ditanya apakah pertemuan itu merupakan bentuk dukungannnya kepada kandidat calon presiden yang digadang akan diusung PDI Perjuangan, Puan Maharani, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Jokowi dengan tegas menampiknya.

“Tanyakan Bu Mega wong kandidatnya belum diputuskan oleh PDI-P kan,” tutur Jokowi

Cari cara lawan Anies?

Di internal PDI Perjuangan, setidaknya ada dua nama kandidat capres yang muncul, yaitu Puan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dari sisi elektabilitas, Ganjar jauh lebih unggul dibandingkan Puan bila merujuk hasil riset sejumlah lembaga survei. Elektabilitas selalu berada di tiga besar bersanding dengan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Di antara ketiga nama itu, hanya Ganjar yang belum secara resmi mendeklarasikan atau dideklarasikan sebagai capres. Diketahui, Partai Gerindra sudah mendeklarasikan Prabowo sebagai capres. Demikian pula Anies yang telah dideklarasikan sebagai capres oleh Partai Nasdem.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa pertemuan Jokowi dan Mega pekan lalu berkaitan dengan Anies yang baru saja ditetapkan sebagai capres oleh Nasdem.

“Pertemuan yang jelas ujung dari semua itu adalah bagaimana Jokowi dan Megawati bekerja sama dan berpikir keras mencarikan lawan tanding yang sebanding melawan Anies,” ujar Pangi saat dihubungi melalui pesan singkat pada Senin.

Pangi menilai, suara Jokowi dan Megawati masih banyak didengar oleh masyarakat, khususnya para kader PDI-P yang kini sedang terbelah memilih capres antara Ganjar atau Puan.

Oleh karena itu, jika Jokowi dan Megawati memberikan satu pilihan, ada kemungkinan suara yang tadinya terbelah bisa bersatu kembali.

“Jokowi dan Megawati king maker yang apabila bersatu, bisa mengusung dan memenangkan kandidat yang mereka jagokan untuk berkontestasi pada pilpres 2024,” ujar dia.

“Jokowi dan Megawati yang jelas mulai menyadari mendapatkan lawan tanding yang cukup kompetitif setelah Nasdem mengusung Anies sebagai capres potensial dan punya kans pada Pilpres 2024,” kata dia.