News  

Baru Launching Bulan Depan, Banyak Material di Kota Lama Gresik Raib

Baru Launching Bulan Depan, Banyak Material di Kota Lama Gresik Raib
Baru Launching Bulan Depan, Banyak Material di Kota Lama Gresik Raib

JawaPos.com- Proyek prestisius penataan kawasan kota lama (heritage) Gresik sudah hampir rampung. Rencananya bakal di-lauching pada bulan depan atau Desember. Eh, belum diresmikan, ternyata sudah banyak material besi dan ornamen yang hilang. Kabarnya, diduga dicuri orang tidak bertanggung jawab.

Padahal, untuk menata tujuh ruasa jalan di kawasan kota lama Gresik tersebut anggarannya sangat besar. Diperkirakan sekitar Rp 38 miliar. Namun, sumbernya bukan dari APBD Gresik, melainkan dari APBN.

Kapolsek Gresik Kota AKP Rachmat Triyanto saat dikonfirmasi membenarkan banyak material di kawasan heritage itu hilang. Bahkan, pihaknya menerima laporan dari pihak kontraktor ada 96 material yang hilang. Jumlah itu belum termasuk 41 besi dan ornamen lampu yang raib pada akhir pekan lalu.

“Petugas juga sempat memergoki seorang pelaku saat patroli. Namun, berhasil meloloskan diri,” ujarnya, Selasa (8/11).

Mantan Kapolsek Tambak, Bawean, itu menegaskan akan meningkatkan patroli. Khususnya pada jam rawan saat malam. Pasalnya, bandit pencuri besi itu kerap beroperasi saat petang sembari mengendarai sepeda motor. “Mohon waktu untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Selasa (8/11), Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi ke kawasan kota lama pasca direvitalisasi. Kendati disebut hampir rampung, namun dewan menilai kualitas pengerjaan belum sempurna. Terutama bidang kualitas material dan pengawasan kerja. “Tidak heran banyak yang hilang, lantaran mudah dicopot maupun dibongkar,” papar Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah.

Dari hasil pengawasan, banyak titik lubang drainase yang tidak tidak sejajar dengan aspal. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan pengendara atau pengguna. Bahkan, berdampak pada tingginya biaya perawatan jalan di kemudian hari.

“Besi drainase tidak mampu menahan tekanan dalam waktu lama. Nah itu khawatirnya bisa merugikan banyak orang,” ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Karena itu, pihaknya akan menyampaikan temuan itu ke pihak kontraktor maupun dinas terkait. ‘’Terutama mengevaluasi quality control pengerjaan proyek,” jelasnya.

Dia berharap ada evaluasi tentang masalah tersebut. Termasuk, meminta pihak terkait untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian tentang pengamanan. “Untuk mengantisipasi aksi pencurian. Karena memiliki nilai taksir yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Rencana Penataan PKL

Sementara itu, setelah proyek revitalisasi kota lama Gresik itu selesai, akan diserahkan ke Pemkab Gresik. Tujuannya, OPD terkait mengembangkan kawasan tersebut agar konsepnya lebih maksimal. Sebagaimana pedagang kaki lima (PKL) yang akan dirapikan dari Jalan Basuki Rahmat.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : yog/son/c12/diq


Artikel ini bersumber dari news.google.com.