News  

Gelar Studi Banding, BSA UIN Maliki Malang Gandeng BSA STIABI RU Tasikmalaya

Gelar Studi Banding, BSA UIN Maliki Malang Gandeng BSA STIABI RU Tasikmalaya
Gelar Studi Banding, BSA UIN Maliki Malang Gandeng BSA STIABI RU Tasikmalaya

TIMESINDONESIA, MALANG – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS Prodi BSA) Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang menggelar acara bertajuk studi banding, Selasa (8/11/2022) di Home Theater Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Acara tersebut bekerja sama dengan HMPS Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadhul ‘Ulum (STIABI RU) Tasikmalaya.

HMPS BSA UIN Malang bekerja sama dengan STIABI RU Tasikmalaya saling berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait sistem pembelajaran di kelas.

Selain itu, acara tersebut bertujuan menambah wawasan dengan berdiskusi dan mengupas informasi tentang keorganisasian jurusan dari HMPS BSA UIN Maliki Malang.

Rombongan dari Prodi BSA STIABI RU Tasikmalaya berjumlah 31 orang, terdiri atas 28 mahasiswa serta tiga dosen pembimbing (dospem). Mereka tiba di UIN Maliki Malang pada pukul 09.00 WIB.

Agenda studi banding dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kemudian dilanjut dengan sambutan-sambutan dari kedua belah pihak.

Mengangkat tema “Membangun relasi, menguatkan komunikasi, mengeratkan silaturrahmi, meningkatkan pembelajaran” (versi bahasa Indonesia). Ketua Pelaksana Studi Banding, Misbahul ‘Ulum, menjelaskan bahwa studi banding ini diharapkan dapat berdampak positif bagi kedua belah pihak.

“Membangun relasi antar sesama BSA pada kampus lain, lalu menguatkan komunikasi sebagai jaringan dan sesama BSA, mengeratkan silaturrahmi agar sama-sama saling menjaga dan meningkatkan terkait pembelajaran yang ada dalam Prodi BSA ini,” kata Ulum dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua HMPS BSA UIN Maliki Malang, M. Labib Bara Ramadhan, baginya acara ini tak lain adalah sebagai bentuk kepedulian dan ajang berbagi informasi terkait kegiatan dan model pembelajaran, baik tentang Prodi BSA maupun HMPS BSA.

Lalu, pada sambutan ketiga dari pihak BSA STIABI RU Tasikmalaya. Sambutan ini diwakili langsung oleh ketua STIABI RU Tasikmalaya, Muhammad Ridwan, M. Pd, dengan penuh semangat, ia banyak menceritakan tentang STIABI RU, mulai dari awal berdirinya Pesantren Condong, Yayasan Tarbiyatul Islamiyah, hingga STIABI RU.

“Berdirinya Pesantren Condong itu pada tahun 1864 dengan menerapkan sistem pembelajaran salaf, namun dalam kesehariannya menggunakan bahasa Arab dan Inggris.” ujar pria yang juga alumni BSA UIN Maliki Malang tersebut.

Ridwan juga menjelaskan bahwa ada tiga kurikulum yang diterapkan dalam Yayasan Tarbiyatul Islamiyah. Ketiga kurikulum tersebut yakni: Kurikulum Dinas untuk jenjang pendidikan formal (SMP, SMA, Kuliah), Kurikulum Salaf untuk kegiatan yang berada di dalam pondok, dan Kurikulum Bahasa untuk penerapan dalam percakapan sehari-hari

Awal mula berdirinya kampus STIABI RU ini karena keresahan yang muncul dari para petinggi pesantren. Menurut mereka para santri yang lulus SMA perlu diwadahi serta difasilitasi agar tak perlu jauh-jauh merantau untuk kuliah. Dan juga dorongan untuk bisa lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar pesantren.

Hampir serupa dengan UIN Malang, sistem asrama atau tempat tinggal wajib di lingkungan kampus (pesantren) juga diterapkan oleh STIABI RU. Mereka yang berkuliah di STIABI RU wajib betempat tinggal di pesantren selama empat tahun.

Ridwan berharap agar kedepannya, para mahasiswa ini bisa belajar dengan kesungguhan hati dan kelak ketika kembali ke masyarakat supaya menjadi amalan yang bermanfaat.

Sambutan terakhir oleh Kaprodi BSA UIN Maliki Malang, Dr. Abdul Basid, S.S, M. Pd. Dalam pembahasan terkait metode dan teknis yang diterapkan oleh Prodi BSA di bawah kepemimpinan beliau, telah memunculkan sederet prestasi. Baik dalam lingkup akademik maupun non-akademik.

Prestasi terbaru dari BSA adalah sebagai Prodi dengan pemerolehan skor tertinggi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan menyabet tiga sekaligus kategori terbaik. Tiga kategori tersebut antara lain: Skor indeks penjaminan mutu terbaik, narasumber internasional terbanyak, penyumbang prestasi akademik dan non-akademik terbanyak.

Dr. Basid mengatakan bahwa hal ini sangat perlu dilakukan guna menjaga stabilitas posisi sebagai Prodi unggulan di UIN Maliki Malang.

Di balik kesuksesan semua kegiatan dan aktivitas Prodi, juga tak lepas dari nominal dana yang dikantongi. Sekprodi BSA UIN Maliki Malang, Moh. Zawawi, M. Pd, memberikan rahasia di balik kelancaran serangkaian kegiatan yang dilakoni Prodi BSA.

“Manajemen keuangan yang baik membuat BSA UIN Malang bisa tetap melaksanakan kegiatan kekaprodian sampai akhir tahun.” ujar Zawawi

Di akhir sambutan, Dr. Basid memberikan tamparan motivasi bagi para peserta forum.

“Buat jejak positif, itu akan menjadi branding CV kalian nanti. Apapun itu seleksinya, ikuti saja. Jangan beranggapan apakah diri kalian mampu atau tidak, yang penting daftar dulu. Semoga sukses selalu untu kalian.” tambah Dr. Basid.

Perlu diketahui bahwa STIABI RU Tasikmalaya ini baru mendapatkan SK mendirikan kampus pada tahun 2019, dan organisasi intranya baru terbentuk pada tahun ini, dengan Syahrul Pamungkas sebagai ketua HMPS pertamanya.

Kerja sama antara BSA UIN Maliki Malang dengan BSA STIABI RU ini baru terjalin tiga minggu lalu. Salah satu penyambung lidah antar kedua BSA ini adalah ketua STIABI, yang merupakan alumni dari Prodi BSA UIN Maliki Malang.

Setelah pengenalan dan sambutan hangat dari pada internal Prodi BSA UIN Maliki Malang, kemudian dilanjut dengan sosialisasi oleh pengurus HMPS BSA UIN Maliki Malang.

“Sebagai Prodi yang masih baru, Prodi BSA STIABI RU terutama HMPS-nya ingin merintis dari awal. Bagaimana sistematika organisasi dalam kampus, seperti program kerja yang akan dicanangkan. Apakah harus selalu berkaitan dengan akademik atau tidak.” ujar Labib, saat diwawancarai TIMES Indonesia.

Pada tiga minggu yang lalu, perwakilan dari BSA STIABI RU berkunjung ke UIN Maliki Malang guna survei lokasi. Sehingga acara ini dapat dilangsungkan di Home Theater UIN Maliki Malang dan akan berkeliling kampus seperti ke perpustakaan kampus, area rektorat, gedung sport center, dan Markaz Lughoh.

Selain itu, sebagai tanda perpisahan, di akhir acara ada penyerahan cendera mata dan penampilan menarik dari LSO Al-Faraby, grup musik dari Dema Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang.

Pada periode kepengurusan HMPS BSA UIN Maliki Malang 2022, sebagai kali pertama menggelar acara studi banding dan bertempat di Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang.

Labib menceritakan bahwa sebenarnya tidak ada proker khusus dari HMPS BSA untuk pengadaan studi banding dengan Prodi BSA di kampus lain.

“Saya beberapa kali dihubungi oleh Wakil Dekan (WD) III, untuk segera studi banding ke kampus-kampus lain. Akan tetapi, masukan dari beberapa dosen mengatakan hal itu sebenarnya tidak perlu ditekankan bagi Prodi BSA UIN Maliki Malang. Karena secara akreditasi BAN-PT bernilai A dan juga memiliki sertifikat internasional sebagai Prodi BSA yang unggul.” kata Labib

Ia menambahkan, bahwa BSA STIABI RU Tasikmalaya ng pada momentum yang tepat. Sehingga tanpa berfikir lama, Labib segera membentuk kepanitian sebagai suksesi acara studi banding tersebut.

Sebagai Ketua HMPS BSA UIN Maliki Malang, Labib berharap bahwa acara ini dapat mentransparansi apa saja kekurangan dari BSA UIN Malang.

“Usahakan acara seperti ini terus berlanjut untuk kepengurusan di masa menng. Karena dapat menemukan celah-celah kekurangan dari Prodi kita. Tapi kalau hanya melihat ke diri sendiri, maka akan merasa cukup dan tenang-tenang saja. Adanya studi banding sebagai pemompa semangat dan merangsang munculnya inovasi-inovasi baru.” pungkas Labib.

Besar harapan dan keinginan dengan hasil yang terbaik dari studi banding ini juga disampaikan langsung oleh Syahrul.

“Mungkin yang saya harapkan dari kerjasama atau silaturrahmi ini, yaitu dapat menjadi jembatan penghubung antar kedua belah pihak. Yang mungkin bisa terimplementasikan di beberepa forum, acara, atau keorganisasian, kemudian secara teoritis maupun praktik lapangan dengan Campus Tour.” kata Syahrul dalam wawancara esklusif dengan TIMES Indonesia.

Hal ini penting diperhatikan dan dilakukan, mengingat latar belakang mahasiswa STIABI RU Tasikmalaya yang mayoritas santri dan minim pengalaman di luar lingkup pondok.(*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


Artikel ini bersumber dari news.google.com.