News  

Pemancar Sinyal Diduga Jadi Lahan Basah, 4.200 Pemancar Dikabarkan Dikorupsi

Pemancar Sinyal Diduga Jadi Lahan Basah, 4.200 Pemancar Dikabarkan Dikorupsi
Pemancar Sinyal Diduga Jadi Lahan Basah, 4.200 Pemancar Dikabarkan Dikorupsi

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 4.200 stasiun pemancar sinyal atau Base Transceiver Station (BTS) serta infrastruktur pendukung lainnya diduga dikorupsi.

BTS tersebut merupakan program pemerintah untuk menunjang aktivitas pekerjaan maupun pendidikan pada saat Covid-19.

Pada saat badai Covid-19 terjadi di Indonesia, sejumlag kegiatan yang dilakukan secara offline dialihkan menjadi online.


Namun, tidak semua daerah telah terfasilitasi dengan infrasturktur pendukung untuk kelancaran aktivitas daring tersebut.

Daftar Lengkap 69 Obat Sirup yang Dilarang Beredar di Pasaran oleh BPOM Terkait Cemaran Etilen Glikol


Oleh karena itu, pemerintah kemudian memberikan BTS untuk mendukung masyarakat beraktivitas secara daring ketika masa pandemi Covid-19.

Usut punya usut, program pemerintah tersebut rupanya dikabarkan dikorupsi.

“Terdapat 4.200 Base Transceiver Station (BTS) serta infrastruktur pendukung yang diduga dikorupsi. Pada saat ini Kejagung sedang melakukan penyidikan perkara tersebut meliputi berbagai wilayah terpencil di Indonesia,” kata Dirdik Jampidsus, Kuntadi dikutipĀ Pikiran-Rakyat.comĀ dari PMJ News.

Penyidikan dilakukan terhadap kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Keminfo tahun 2020 hingga 2022.


Artikel ini bersumber dari news.google.com.