News  

Tragedi Halloween Itaewon, Kantor Kepala Polisi Korea Digeledah

Tragedi Halloween Itaewon, Kantor Kepala Polisi Korea Digeledah
Tragedi Halloween Itaewon, Kantor Kepala Polisi Korea Digeledah

TEMPO.CO, Jakarta – Tim investigasi khusus kasus tragedi Halloween Itaewon menggeledah kantor Kepala Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan dan puluhan kantor lainnya pada Selasa, 8 November 2022. Penggeledahan itu bagian dari penyelidikan atas tragedi yang menewaskan 156 orang pada 29 Oktober lalu.

Baca: Presiden Korsel Minta Maaf Atas Tragedi Itaewon: Seharusnya Saya Lindungi Rakyat

Menurut seorang pejabat yang dikutip kantor berita Yonhap, penyelidik menggeledah 55 lokasi, termasuk kantor Kepala Badan Kepolisian Nasional Komisaris Jenderal Yoon Hee-keun dan kantor Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul (SMPA) Kim Kwang-ho.

Penyidik juga menggeledah kantor intelijen senior SMPA dan petugas pemantau situasi, Kantor Polisi Yongsan, Kepala Kantor Daerah Yongsan Park Hee-young, Markas Besar Kebakaran dan Bencana Metropolitan Seoul, serta Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan. Markas Seoul Metro dan Stasiun Subway Itaewon juga digeledah.

Polisi dan otoritas pemadam kebakaran, serta Kantor Daerah Yongsan, mendapat kecaman menyusul pengungkapan bahwa ada tanda-tanda peringatan sebelum kecelakaan maut itu terjadi, tetapi mereka tidak berbuat banyak untuk mencegahnya atau merespons pada waktu yang tepat.

Mantan Kepala Kantor Polisi Yongsan Lee Im-jae, Kepala Kantor Daerah Yongsan Park Hee-young, dan dua pejabat senior polisi dan pemadam kebakaran lainnya telah dipanggil untuk penyelidikan atas tuduhan kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian.

Tim investigasi sebelumnya mengatakan petugas pemantauan darurat senior Ryu Mi-jin yang bertanggung jawab di SMPA pada hari kecelakaan juga didakwa dengan tuduhan yang sama. Namun belakangan tuduhan itu dikoreksi dan menyatakan hanya tuduhan melalaikan tugas yang dikenakan padanya.

Yoon Hee-keun dan Kim Kwang-ho dikecam karena gagal mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan dan terlambat menyadari insiden mematikan tersebut sehingga mengakibatkan respons polisi yang ceroboh.

Penyidik juga berencana menyita telepon seluler mantan kepala polisi Yongsan untuk menentukan mengapa dia tidak segera tiba di lokasi kecelakaan dan terlambat memberi tahu petinggi polisi atas situasi darurat itu.

Penyelidikan juga berfokus pada apakah Kantor Daerah Yongsan menyiapkan rencana pencegahan bencana untuk kerumunan Halloween Itaewon dan apakah itu cukup untuk mengantisipasi kecelakaan mematikan.

Penggeledahan ke stasiun pemadam kebakaran dan Metro Seoul masing-masing terkait dengan tuduhan bahwa Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan menunda permintaan polisi untuk bersama-sama menanggapi kerumunan Halloween sebelum terjadi kecelakaan. 

Adapun penyelidikan terhadap operator kereta bawah tanah terkait dengan dugaan mereka tidak mengambil tindakan pencegahan untuk membantu membubarkan kerumunan di Itaewon, seperti keputusan untuk memerintahkan kereta api tidak berhenti di Stasiun Subway Itaewon.

Penggeledahan terbaru itu terjadi enam hari setelah delapan lokasi, termasuk SMPA, Kantor Polisi Yongsan, dan kantor Bangsal Yongsan, digeledah sebelumnya sehubungan dengan penyelidikan terhadap tragedi Itaewon itu.

Baca: Masa Duka Tragedi Itaewon Berakhir, Kiriman Bunga dan Ucapan Duka Masih Mengalir

YONHAP | BERBAGAI SUMBER


Artikel ini bersumber dari news.google.com.