News  

Universitas Handayani Buat Workshop Peta Jalan Riset Informatika

Universitas Handayani Buat Workshop Peta Jalan Riset Informatika
Universitas Handayani Buat Workshop Peta Jalan Riset Informatika

FAJAR, MAKASSAR-Universitas Handayani menggelar Workshop Peta Jalan Riset Informatika Menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor Univeristas Handayani, Dr Nasrullah, memaparkan workshop ini sangat tepat karena Universitas Handayani sebagai PT bidang IT dan semua sektor menbutuhkan IT. Hal ini terbukti alumni IT sangat dibutuhkan dalam ruang lingkup kerja baik negeri maupun swasta.

“Dewan pengaran BRin mengarahkan kami untuk melakukan riset berbasis tekhnologi, sektor IT paling banyak dibutuhkan, kegiatan ini dihadiri puluhan dosen UHM beserta dosen luar, dan berharap dengan berbagai bidang ilmu semua punya peran dan menjadi bekal nantinya dalam melakukan penelitian,” ujarnya di Aula Universitas Handayani, Senin, 7 November.

Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Marsudi Wahyu Kisworo, mengatakan selama ini Indonesia mengalami banyak masalah diantaranya tidak memiliki kedaulatan dibidang pangan dan kesehatan masih impor. Ia mengajak saat ini waktunya perguruan tinggi mengarahkan riset dan inovasinya untuk menyelesaikan permasalahn tersebut.

“Bukan sekadar riset untuk publikasi, tapi riset yang memiliki manfaat untuk bangsa. Makassar punya banyak potensi mulai dari sumber daya laut dan sebagainya itu bisa dikembangkan untuk ketahanan pangan Indonesia,” ujar Prof Marsudi.

Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Dr Ing Wiwiek Joelijania menambahkan, inovasi itu harus dimanfaatkan. Ada banyak sekali penelitian-penelitian yang bisa dilakukan saat berbicara pemanfaatan berbasis teknologi.

Misalnya BRida lorong wisata oleh Wali Kota Makassar banyak potensi pengembangan riset yang bisa diaplikasikan. Apalagi untuk daerah itu yang ditekankan teknologi tepat guna yang diperlukan. “Kemudian apa yang diperlukan yang harus dimanfaatkan, masalah apa yang dihadapi baik itu sisi ketahanan pangan, energi, dan kesehatan termasuk pemberdayaan masyarakat. Semua bisa menjadi riset dan lahan inovasi,” ujarnya. (mil/*)

Artikel ini bersumber dari news.google.com.