idfakta.com – OpenAI baru saja merilis GPT-4, versi teranyar dari sistem AI yang menyokong ChatGPT . Versi ini disebut lebih kreatif, cenderung mengurangi respons yang bias dan mengada-ada. GPT-4 kini menerapkan model multimodal yang membuatnya dapat menerima input dalam bentuk gambar maupun gambar dan teks sekaligus.

Pendiri OpenAI , Sam Altman menyebut GPT-4 sebagai model paling mumpuni dan selaras. Dengan model multimodal, user kini dapat mengajukan pertanyaan mengenai gambar. Versi terbaru ini juga mampu menangani input teks yang sangat panjang hingga 20.000 kata dalam sekali sesi.

Menggandeng sejumlah mitra komersil seperti Duolingo dan Duolingo Max, OpenAI menyediakan layanan percakapan AI dalam Bahasa Prancis dan Spanyol. Kolaborasi ini membuat GPT-4 bahkan bisa mengoreksi dan menunjukkan kesalahan bahasa bagi user yang sedang belajar.

Perusahaan layanan pembayaran, Stripe kini juga menggunakan GPT-4 untuk menjawab pertanyaaan pengguna lewat layanan customer support. Tak hanya itu, mereka memanfaatkan kecerdasan GPT-4 untuk menandai akun-akun yang berpotensi sebagai penipu.

Selama demo GPT-4 sebelumnya, presiden dan pendiri OpenAI , Greg Brockman memberikan sedikit sneak peak atas kemampuan pengenalan gambar pada versi terbaru ini.

Fungsi tersebut akan memungkinkan GPT-4 menganalisis dan menanggapi gambar yang diinput bersama teks. Nantinya, AI akan menjawab pertanyaan atau melaksanakan perintah berdasarkan gambar tadi.

“GPT-4 bukan hanya model bahasa, tetapi juga model visual,” ucap Brockman dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Guardian.

Dalam kesempatan itu, GPT-4 diminta untuk menjelaskan mengapa gambar seekor tupai yang memegang kamera dianggap lucu. Sistem lantas menjawab bahwa ‘kita tidak menyangka tupai bisa menggunakan kamera atau bertingkah layaknya manusia’.

Brockman juga memasukkan sketsa sebuah situs yang belum sempurna. Sistem GPT-4 langsung saja membuat website yang dapat difungsikan dari sketsa tersebut.

Dikutip dari Reuters, versi terbaru ini bahkan mampu masuk daftar 10 persen teratas saat mengikuti simulasi tes lisensi hukum di AS.

Tes ini ditujukan untuk menguji kelayakan sarjana hukum mendapat lisensi berpraktik secara profesional. Pada simulasi yang sama, versi GPT-3.5 sebelumnya hanya mampu meraih peringkat di 10 persen terbawah.

OpenAI mengeklaim pihaknya telah memperbaiki masalah pada versi terdahulu. Termasuk mengurangi kecenderungan jawaban yang mengada-ada atau respon kasar kepada user saat diberi perintah.

Kendati tak sepenuhnya menghilangkan kekurangan tersebut, OpenAI mengatakan GPT-4 bisa merespons konten bertopik kesehatan dan bunuh diri dengan lebih sensitif. Selain itu juga bisa mengurangi respons keliru untuk konten-konten yang tidak diperbolehkan hingga 82 persen.

Sebagai AI dengan model bahasa, GPT-4 dilatih untuk mengolah banyak data dari internet dan menyediakan respons kepada user dengan penyampaian sealami mungkin. Namun, ada kalanya sistem tidak tahu jawaban pasti atas sebuah pertanyaan sehingga informasi yang disajikan bisa mengada-ada.

Meski sudah dikurangi, di versi baru ini kecenderungan tersebut masih akan ada. Oleh karenanya OpenAI memperingatkan user untuk berhati-hati, terutama jika topik yang di-input memiliki konteks yang beresiko tinggi.

Saat ini GPT-4 hanya dapat diakses oleh pengguna ChatGPT Plus yang berlangganan dan pengembang software lewat daftar antrean. Microsoft sebagai perusahaan yang menyokong OpenAI diprediksi akan mengintegrasikan GPT-4 ke produknya, seperti Azure dan Bing.***