Cara Termudah Mendapatkan Bahan Tulisan bagi Konten Kreator

idfakta.com – Apakah kamu seorang bloger atau penulis lepas (freelancer) yang sedang kebingungan lantaran kehabisan bahan untuk ditulis? Kalau ‘ya,’ saya harap tulisan ini bisa membantu kamu.

Saya melakukan hal ini dengan keyakinan bahwa setiap penulis, baik yang sudah profesional maupun yang masih pemula seperti saya, bukan tidak mungkin mengalami kondisi yang lazim disebut writer’s block. Tetapi, saya sendiri cendrung menganggap bahwa hal itu lebih disebabkan oleh rasa malas, bukan ketiadaan ide.

Menurut seorang penulis Inggris, setiap hari kita dihinggapi ratusan ide, dan penulis yang baik bisa menangkap empat atau lima di antaranya. Penulis lain, Henry Miller, punya pandangan yang agak ekstrim soal ini: Ide berseliweran di udara dan kita tinggal menangkapnya, lalu menunangkannya ke dalam bentuk tulisan.

Maksudnya, kita tidak bisa mengatakan bahwa ketiadaan ide yang menyebabkan kita tidak menulis. Jika kita menggantungkan hidup dengan cara menulis, pemikiran semacam itu tentu perlu kita jauhi sebagaimana kita menjauhi orang asing pada saat pandemi kemarin.

Adapun cara mudah mendapatkan bahan tulisan (artikel) yang saya maksud di sini dapat dirumuskan sebagai berikut; “Menonton Youtube”. Persis. Sebagian besar konten kreator yang berkutat dengan sangat intens di tempat itu selalu menyajikan berbagai informasi yang, selain disajikan secara jelas dan lengkap, juga bermanfaat dan bersifat menghibur.

Dengan kata lain, kita bisa memanfaatkan konten-konten mereka sebagai bahan tulisan. (Saya sudah menulis yang semacam ini beberapa hari lalu, tetapi saya akui bahwa tulisan itu tidak begitu jelas, sebab tidak disertai dengan contoh) Jadi, mari kita bahas sedikit lebih detail.

Sebagai contoh, jika kamu ingin membuat artikel tentang ‘cara membuat nasi goreng,’ maka ketiklah “Cara Membuat Nasi Goreng” di mesin pencarian (Youtube), lalu tontonlah salah satu channel yang menunjukkan bagaimana cara membuatnya — anggap sebelumnya kamu tidak tahu cara membuat nasi goreng. Selanjutnya, catatlah poin-poin penting yang kamu tangkap selama menonton video tersebut, misalnya bahan-bahan dan peralatan yang digunakan.

O, rupanya bahan-bahan yang diperlukan adalah nasi putih, minyak goreng, telur, bawang, sedang untuk bumbunya cukup gunakan garam dan sasa. “Untuk perlatan, kita hanya memerlukan kuali (wajan) dan spatula,” ucapkonten kreator itu.

Cara membuat nasi goreng itu sendiri rupanya mudah saja. Pertama, panaskan minyak goreng untuk menggoreng bawang; kedua, tuangkan nasi putih (secukupnya); ketiga, taburi nasi putih itu dengan garam dan sasa (secukupnya juga); dan yang terakhir, setelah nasi cukup panas, pecahkan sebutir telur ke dalamnya dan aduk hingga telur tadi matang. Selesai.

Mudah, kan?

Apabila kamu ingin tulisan kamu lebih panjang dan tampak bergaya, dua di antara beberapa hal yang perlu kamu lakukan adalah menambahkan lebih banyak detail dan metafora ke dalam tulisan kamu.

Jika kamu ingin menulis artikel lain, misalnya yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan atau solidaritas antar umat beragama, maka kamu cukup melakukan hal yang sama; ketik kata kunci tersebut di mesin pencarian lalu simak penjelas konten kreatornya.

Sebagai penutup, saya ingin mengingatkan agar kamu tidak menyampaikan tulisan dengan cara yang sama seperti yang disampaikan oleh konten kreator tersebut. Sampaikanlah dengan cara kamu sendiri. Kalau kamu merasa perlu memasukkan sumber tulisan atau referensi, mengapa tidak? Silahkan lampirkan alamat video tersebut.

Lalu bagaimana dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan kesehatan sedang kamu bukan seorang dokter, juga bukan pakar kesehatan? Sama saja. Lampirkan situs yang kamu gunakan sebagai referensi. (Semoga bermanfaat).***

error: Content is protected !!