Hadapi Masa Resesi, Yayasan Topi Bambu Beri Pelatihan Branding Produk UMKM Gratis

Hadapi Masa Resesi, Yayasan Topi Bambu Beri Pelatihan Branding Produk UMKM Gratis
Hadapi Masa Resesi, Yayasan Topi Bambu Beri Pelatihan Branding Produk UMKM Gratis

idfakta.com – Untuk meningkatkan penjualan produk dan menunjang kegiatan pemasaran UMKM Kabupaten Tangerang, Yayasan Topi Bambu memberikan bantuan berupa pelatihan branding produk UMKM dalam fotografi dan videografi, Selasa (11/10) di Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Hadir produk berbasis lokal baik kuliner, craft dan fashion melalui kegiatan ini perlu adanya kolaborasi agar terciptanya peluang pasar baru dan menjalin jaringan sehingga melalui branding produk ini cara komunikasi kepada konsumen langsung tersampaikan dengan jelas ungkap Modearator Nurilawati (Jupe) pengusaha Manisan Buah.

Agus Hasanudin, Ketua Yayasan Topi Bambu, memberikan fasilitasi gratis kepada UMKM Kabupaten Tangerang dalam bentuk pemahaman dan kapasitas SDM pelaku usaha dalam menghadapi masa resesi tentang pentingnya melakukan branding produk untuk meningkatkan efektivitas produksi dan pemasaran. “melalui branding tentu saja akan meningkatkan nilai bisnis dan identitas produk semakin mudah di kenal dan dapat menarik pelanggan baru,” ujar saat mengisi acara tersebut.

Selain pemahaman dan kapasitas SDM, Agus menambahkan workshop pemotretan produk UMKM melalui setup foto studio agar pelaku usaha mampu meningkatkan segmentasi pasar dan nilai bisnis secara terukur. “Kami mendorong teman-teman UMKM agar identitas produk (mereka), setidaknya bisa dikenal secara nasional maupun internasional, seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya,” ungkapnya.

Agus bersyukur, pengalaman branding produk secara keberlanjutan bisa menarik pelanggan asing dan terjalin kerjasama menguntungkan. Tak jarang, undangan sebagai narasumber ke luar negeri maupun sebagai exhibitor ke mancanegara menjadi pengalaman luar biasa sebelum pandemi Covid-19. “Alhamdulillah kekuatan branding, meskipun masa pandemi kami terus bergerak keliling Indonesia diantaranya Bali, Sumatera dan Sulawesi,” terangnya.

Untuk itu, Yayasan Topi Bambu, sambung Agus, memberikan fasilitasi secara mandiri kepada masyarakat tak hanya di Kabupaten Tangerang namun hingga luar Provinsi Banten. ” Kami terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata kepada teman-teman UMKM secara keberlanjutan murni tanpa pamrih, bekerja secara mandiri & Kreatif.

Oleh karena itu, Agus berharap, semua stakeholder saling mendukung ekosistem UMKM maupun ekonomi kreatif dalam menghadapi masa resesi yang sudah dialami oleh negara lain. “Alhamdulillah mulai banyak kelompok masyarakat ingin kami hadir dan memberikan pelatihan dan workshop wilayah lain di Tangerang,” ujarnya.

Kami berharap, stakeholder bisa hadir di tengah masyarakat yang rentan dalam menghadapi masa resesi. “Kedepan, kami mengajak kolaborasi berbagai pihak agar masa resesi tidak berdampak signifikan,” tutupnya