Menyemai dan Membudayakan Entrepreneur

Menyemai dan Membudayakan Entrepreneur
Menyemai dan Membudayakan Entrepreneur

idfakta.com – >

Menyemai dan Membudayakan Interprener

Orang yang tak pernah jualan atau berdagang, akan kesulitan menjual suatu barang miliknya kepada orang lain. Beda dengan orang yang memang sudah terbiasa jualan, jangankan jual barang miliknya, tidak ada barang saja, ada barang temannya yang mau dijual ia bisa jualkan dan akan menjual dengan harga yag telah di-up, sehingga dapat keuntungan.

Kemampuan menjual, baik menjual barang atau jasa merupakan suatu skill dalam bidang usaha atau interprener. Skill menjual atau interprener ini penting, karena era ke depan adalah era serba ketidakpastian atau desrupsi. Bekerja di sektor apasaja tidak ada yang menjamin bisa bertahan hingga masa tua atau masa pensiun.

Banyak bukti yang bisa kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari dan dari linkungan sekitar tempat tinggal di kota masing-masing. Yang paling dekat dan tak pernah kita sangka antara lain tutupnya “Giant” di seluruh Indonesia. Betapa tidak, di tiap kota ada Giant dan pengunjungnya selalu ramai, namun tutup dan seluruh karyawannya di PHK, banyak pula contoh lainnya.

Mencari kerja saat ini bukanlah hal mudah, sehingga apabila kena PHK tidak mudah mendapat pekerjaan baru, dan kemampuan interprener atau wirausaha akan membantu saat kita terkena hal sulit semacam itu. Orang yang kepepet biasanya akan nekat dan menjadi berani melakukan hal yang sulit sekalipun.

Ada kisah seorang pemuda yang takut anjing, dan ia malah dikejar anjing galak, aslinya ia tak mampu melompati tembok yang tingginya 1,5 meter namun karena rasa takut yang luar biasa, ia melompat sekuat tenaga dan berhasil melompati tembok tersebut, sehingga selamat dari kejaran anjing tersebut. Demikian pula kita, kadang baru keluar kehebatannya jika sudah sangat kepepet.

Otak bisnis yang bisa menemukan ide usaha yang sesuai dengan lingkungan sekitar akan menimbulkan peluang keuntungan. Contoh sederhana adalah warung Madura yang marak dimana-mana. Mereka dapat eksis dan maju usahanya karena mereka memiliki jiwa interprener.

Meski hanya mengontrak sebuah ruangan kecil, asalkan ada kamar mandi tanpa ada dapur dan kamar tidur mereka bisa bertahan. Rupanya agak mirip dengan kisah pemuda dikejar anjing kepepet, para pedagang Madura yang merantau ke berbagai daerah di Nusantara buka warung 24 jam, karena mereka ingin merubah nasib dari petani di kampungnya yang sering merugi saat panen, menjadi pedagang sukses dengan jualan dan bisa bangun rumah dan beli sawah.

Jago jualan atau pedagang sukses yang dalam bahasa kren disebut interprener di era mendatang akan menimbulkan keuntungan karena kebutuhan terhadap sales dan marketing akan selalu terbuka lebar, banyak pabrik dan produsen yang membuat suatu produk, tentu yang akan memasarkannya adalah para sales atau marketing yang punya skill interprener.

Jual jasa asuransi dengan ragam produknya di era sekarang menjadi suatu peluang karena kesadaran masyarakat di perkotaan menyadari bahwa resiko kecelakaan dan kematian bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Sehingga membayar iuran asuransi secara rutin setiap bulan untuk mengantisipasi resiko besar menjadi pilihan. Sekali lagi kemampuan untuk menjual produk jasanya adalah para pedagang atau interprener.

Beberapa cara efektif mengajarkan dan membudayakan jiwa interprener kepada anak sejak dini bisa dlakukan dengan misalnya :

    Membelikan alat tulis lebih banyak. : Kita sebagai orang tua harus memahamkan bahwa memberi sedekah itu kepada yang tak mampu, kalau kepada yang mampu namanya memberi hadiah. Sehingga jika ada temannya yang mampu tapi tak bawa alat tulis misalnya pinsil atau penghapus, jika anak kita bawa lebih bisa ia tawarkan untuk membeli dari anak kita.

    Membawa bekal makan menu gizi seimbang dan variatif. : Saat buka bekal makan siang, teman di samping kanak kirinya akan melihat dan jika menarik, akan menanyakan kamu bekal dari rumah atau pesan catering. Nah jika ia mencicipi dan tastenya enak, bisa saja akan memesan dan membuka peluang usaha katering. Maka pandai-pandailah melihat potensi dan peluang yang ada.

    Membiasakan berani menawarkan kepada temannya kebutuhan sekolah atau pribadi : Dengan kemampuan dan keberanian menawarkan alat tulis kepada teman atau kebutuhan pribadi seperti peralatan olah raga kepada teman di kelas dengan membawa brosur dan harganya, bisa saja akan ada yang memesan.

    Menghargai uang hasil usahanya : Kita harus tanamkan agar anak dapat menghargai uang hasik usahany, tabung dan itu akan manfaat untuk keperluan sekolah atau ssat ada studi tour untuk uang saku dan kebutuhan lainnya

    Achmad Irfan 12 Oktober 2022 17:0420 menit lalu
    Semangat entrepreneur

Semangat entrepreneur