Wisata  

Batik Manis Dari Ciamis, Ini Motif Sejarah dan Penjelasannya

idfakta.com – Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman, No.168 B, Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten CiamisMap: Klik DisiniBuka / Tutup: 08:00 – 18:00 (Hari Minggu Tutup)No. Telepon: (0265) 777 227

Adakah yang tahu tentang Batik Ciamis? Mungkin, sebagian dari Sobat Traveler hanya tahu Batik itu berasal dari Solo, Yogya, dan Pekalongan yang seakan menjadi raja di negeri ini. Batik dari Ciamis ini mulai terkenal pada masa pangeran Diponegoro sekitar abad ke 19.

Waktu itu beberapa pengikut Pangeran Diponegoro yang berada di Yogyakarta pergi ke Ciamis dengan membawa ilmu pembuatannya. Ilmu inilah yang diterapkan dan dibuat sebagai pekerjaan sehari-hari. Hingga menjadi sebuah mata pencaharian bagi mereka.

Para pendatang yang membuat Motif Batik Ciamis ini mencoba berkreasi dengan model Motif di modifikasi menjadi sebuah motif baru. Motif ini pun beradaptasi dengan motif setempat. Sehingga, motif ini bisa diterima oleh semua kalangan.

Sejarah Motif

Batik Ciamis pernah memiliki masa kejayaannya pada tahun 1960-an sampai 1980-an. Pada masa kejayaan ini mampu bersaing dengan Batik dari Tasikmalaya, Solo, Jogja, dan juga Pekalongan. Batik Ciamis ini sangat digandrungi oleh semua orang

Sejak tahun 80an kain khas Indonesia yang sudah menjadi warisan budaya ini mengalami penurunan karena, dampak dari perubahan ekonomi negara yang tidak menguntungkan para pengrajin di Ciamis.

Letusan Gunung Galunggung yang terjadi pada tahun 1982 adalah awal dari masa kelam Batik Cimahi. Letusan ini membuat matahari tak terlihat. Para pengrajin pun tidak bisa menjemur kainnya lagi. Letusan Gunung Galunggung ini memang sangat dahsyat.

Di Tambah lagi dengan adanya krisis moneter pada tahun 1997. Produksi warisan dunia ini mengalami penurunan tajam. Toko ini seakan mati seketika. Sehingga, masa kejayaan yang ada pun tenggelam.

Batik Ciamis pada awalnya hanya memiliki dua warna saja yaitu coklat soga dan juga warna hitam dengan dasarnya berwarna putih. Kedua warna ini akibat dari pengaruh sentra Batik pedalaman. Bahan-bahannya dibuat dari pewarna alami seperti, mengkudu.

Seiring berjalannya waktu, Batik Ciamis pun berubah menjadi berbagai macam warna dan corak. Karena, warna dan corak juga dipengaruhi Batik pesisiran yang menjadi karakteristik dan keunikannya. Warnanya menjadi lebih segar dan lebih berwarna daripada sebelumnya.

Teknik Pembuatan

Batik Ciamis menggunakan teknik Batik tulis. Dengan teknik ini kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 1 bulan lamanya. Apalagi jika yang digunakan adalah kain sutra. Harus membutuhkan perlakuan khusus.

Langkah pertama dalam membuat batik ini adalah menggambar desain. Proses ini biasanya disebut dengan Molani. Setelah proses ini selesei, langkah berikutnya adalah melukis dengan lilin dengan menggunakan canting mengikuti pola yang sudah dibuat sebelumnya.

Menutup bagian-bagian yang tetap berwarna putih. Kemudian, proses pewarnaan dengan mencelupkan kain pada warna yang akan dipilih. Setelah proses ini selesei kain tersebut dikeringkan dan di jemur.

Setelah kering, proses selanjutnya adalah melukis dengan lilin dengan menggunakan canting. Lalu, dilanjutkan kembali dengan proses pencelupan warna. Kemudian, menghilangkan lilin malam dari kain dengan meletakkannya di atas tungku.

Setelah bersih, dilakukan kembali proses pembatikan dengan menggunakan lilin. Proses selanjutnya adalah merebus kain ini dengan air panas yang bertujuan untuk menghilamgkan lapisan lilin. Kemudian, proses terakhir adalah mengeringkan dan menjemurnya lagi.

Motif Batik Ciamis

Ada berbagai macam motif Batik dari Ciamis yang dikenal dengan Batik Sarian. Motif dari Batik ini adalah parang. Mempunyai warna yang dominan yaitu coklat dan hitam. Perpaduan warna gelap yang terasa sangat klasik.

Ciri khas dari Batik Ciamis adalah desainnya yang begitu sederhana. Dari kesederhaan motif inilah yang membuat semua orang tertarik. Motif yang tidak rumit dengan warna yang klasik dengan dasar putih dengan warna yang begitu kontras.

Ada berbagai macam ragam motif yang menghiasi Batik Ciamis. Gaya naturalistik yang juga menggambarkan bentuk Flora dan Fauna. Kesederhanaan ini dipengaruhi dengan pesisir Indramayu dan Cirebon.

Ada pula motif alam sekitar yang sering dijumpai yaitu Rereng atau Lereng. Rereng pun masih dibagi lagi menjadi Rereng eneng yang dipakai sebagai baju. Untuk Rereng Seno dipakai untuk kain bawah yang biasa berbentuk tanaman daun rante.

Tanaman daun rante itu adalah tanaman yang tumbuh di kolam-kolam penduduk Biasanya motif berupa daun rante dan daun kelapa menjadi inspirasi para pengrajin dalam membuat sebuah motif.

Ada pula bentuk lain yaitu Kumali dengan empat bentuk yang mengelilingi pusat, dan cupat manggu. Begitu pula Geometrris yang berbentuk buah manggis. Masih banyak lagi motif yang menjadi kreasi dari para pengrajin Batik Ciamis.

Motif Batik Ciamis ini tidak mempunyai filosofi, makna, nilai sakral tertentu. Karena, semua ini hanya kreatifitas dari para pengrain. Hal ini menunjukkan sebuah status sosial dari para pengrajin yang begitu sederhana dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang.

Batik Ciamis ini mulai kembali menggeliat ketika Unesco mengakui Batik sebagai warisan budaya yang harus dijaga. Salah satu yang bergeliat adalah Sanggar Rukun Batik. Yang merupakan salah satu dari pengrajin tradisional yang ada di Ciamis.

Batik Ciamis adalah mahakarya dari anak negeri yang sedang mencoba untuk kembali naik daun kembali seperti masa kejayaannya terdahulu. Berbagai macam motif pun mencoba untuk dibuat agar menarik para wisatawan untuk membelinya.

Rekomendasi Toko Batik Dan Alamat

Perkembangan Batik Ciamis saat ini sudah mulai menggeliat. Salah satunya adalah dengan banyaknya toko Batik yang sudah berdiri. Seperti, Gudang Batik yang beralamat di jalan jenderal Sudirman. Tempat yang paling pas untuk membeli baju atau kain Batik.

Bagaimana Sobat Traveler? Apakah tertarik dengan karya anak negeri yang namanya sudah mendunia ini? Memakai Batik adalah sebuah kebanggaan karena pakaian ini sudah diakui oleh dunia luar. Masihkah enggan memakanya?

error: Content is protected !!