Wisata  

Monumen Kresek, Saksi Bisu Tragedi Kebiadaban PKI di Madiun

idfakta.com – Lokasi: Desa Kresek, Dungus, Kabupaten Madiun, Jawa Timur 63181, IndonesiaMap: KlikDisiniHTM: Rp. 1000Buka/Tutup: 05.00-21.00Telepon: –

Masih ingatkan pelajaran tentang bagaimana PKI membantai nyawa-nyawa tak berdosa di kota Madiun. Di kota ini terdapat sebuah monumen PKI yang bernama Monumen Kresek. Monumen Kresek menjadi saksi sejaha bagaimana jahatnya PKI saat itu.

Monumen Kresek merupakan sebuah tempat wisata yang berisi peninggalan bersejarah dan saksi bisu atas kejadian pemberontakan PKI di kota Madiun pada tahun 1948. Monumen ini sengaja dibangun untuk mengenang peristiwa tersebut.

Pembangunannya dilakukan pada tahun 1987 dan berakhir pada tahun 1991. Tujuan pembangunannya selain untuk mengenang peristiwa kebiadaban PKI juga sebagai penghormatan kepada jasa para korban kekejaman tersebut.

Sejarah Keganasan PKI di Madiun

Isi dari Monumen Kresek ini adalah rekam jejak para korban pembantainan. Pemimpin dari peristiwa yang telah membuat ribuan nyawa melayang adalah Musso. Peristiwa terjadi di Desa Kresek dan banyak yang gugur termasuk pamong desa Kresek serta tentara TNI.

Ketika ada di area monumen, Anda akan melihat sepasang gapura. Disana nampak sebuah tugu dekat dengan salah satu gapura berisi siapa saja daftar nama para korban yang dibantai PKI.

Jumlah keseluruhan adalah 17 orang beserta mayat-mayat bergelimpangan disampingnya. Sedangkan tepat dihadapan tugu ada sebuah ornamen patung yang menggambarkan kejadian pada masa itu bagaimana sadisnya PKI membantai para korban.

Keberadaan patung disini menunjukkan peristiwa para korban kejamnya mereka adalah bertujuan agar para pengunjung mengetahui sejara gamblang apa yang telah diperbuat PKI pada ke 17 korban tak berdosa dengan amat keji.

Sebenarnya jika pemerintah ingin konsisten membangun dinding untuk menggambarkan kekejaman maka akan jadi dinding yang sangat panjang bahkan ratusan meter serta tanah berpuluh meter untuk membuat replika jasad-jasad mereka.

Korban tak berdosa yang meninggal sangat banyak sekali. Mereka para simpatisan PKI terdiri dari para warga dan juga tentara TNI telah menjadi korban keganasan mereka.

Tak jauh dari dinding ada sebuah pendapa ukurannya 6×2 m2 berlantaikan keramik hitam. Di lokasi inilah, para pengunjung dapat mengamati secara jelas 2 pembagian patung utama yang memiliki pengertian berbeda.

Letak kedua patung ada dia atas bukit. Untuk dapat meraihnya, para pengunjung harus naik tangga. Gambaran patun 1 adalah adanya 6 anak sedang berdiri dengan mimik wajah tersenyum polos dan bentuk tubuh menyiratkan kebahagiaan.

Dibawahnya terdapat sebuah kolam berukuran cukup luas tapi sayang agak kurang terawat. Kemudian tepat disisi kirinya terdapat patung berukuran besar dengan pose paling provokatif dan menyimpan pesan terbanyak.

Cerita patung tersebut adalah seorang pria gagah perkasa, wajahnya jahat, kumisnya tebal sedang mengayunkan pedang ke leher pria paruh baya denga posisi berlutut. Pria paruh baya tersebut memakai sarung, surban dan peci.

Patung tersebut menggambarkan kisah seorang kyai atau pemuka agama yang dibantai juga oleh gembong PKI.

Pose ini memiliki kaitan erat dengan peristiwa pembantaian para pemimpin pondok pesantren oleh kelompok PKI karena tidak mau mendukung ideologi komunis yang diusungnya.

Laki-laki paruh baya tersebut menurut sang juru kunci monumen merupakan Kyai Husein. Peristiwa ini adalah gambaran tentang pembantaian yang dilakukan kelompok Partai Komunis Indonesia terhadap para pemimpin pondok pesantren.

Partai Komunis Indonesia beranggapan jika para ulama atau kepala pondok pesantren tidak mendukung pemikiran dan ideologinya.

Ada sebuah relief berada tepat dibelakang patung yang menunjukkan pertikaian dan pembunuhan oleh sesama orang Indonesia. Selain itu terdapat juga prasasti yang berisi peringatan terhadap para pemuda agar selalu waspada akan bahaya komunisme.

Ini adalah lokasi dimana peristiwa pembantaian terjadi. Awalnya ini merupakan tempat tinggal warga dan sengaja digunakan PKI untuk menawan para korban. Mereka menganggap ini adalah tempat persembunyian paling aman.

Rumah yang merupakan saksi nyata tempat pembantaian dilakukan telah musnah. Hal tersebut dikarenakan saat adanya agresi militer Belanda, tempat tersebut dibakar supaya tidak digunakan sebagai markas PKI lagi.

Tentara TNI berpangkat tinggi yang merupakan korban keganasan PKI adalah Kolonel Marhadi.

Sebagai penghormatan untu mengenang dan mengabadikan pengorbanan beliau, di Madiun terdapat sebuah jalan dengan nama beliau. Selain itu, dibuatkan pula patung beliau yang diletakkan di alun-alun kota.

Para pengunjung yang datang kemari ingin melihat sejarah pembantaian PKI pada waktu itu dan tak sedikit juga yang ingin hunting foto. Tempat ini memiliki spot-spot eksotik, vintage sehingga pas sebagai latar pengambilan gambar.

Alamat & Rute Jalan

Letak monumen kresek sebagai saksi bisu pembantai yang dilakukan PKI tempo dulu ada di Desa Kresek, Dungus, Kabupaten Madiun.

Untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 40 menitan menuji sebelah timur Madiun dari pusat kota Madiun. namun, perjalanan untuk sampai ke museum cukup menyenangkan. Untuk lebih mudah ikuti peta saja.

Selain jalanan yang mulus lancar namun sedikit berkelok serta menurun dan menaiki bukit, Anda akan disuguhi pemandangan indah sepanjang jalan serta udara yang sejuk jika sudah sampai di lokasi.

Banyak pepohonan jati yang tumbuh lebat disepanjang jalan. Anda harus membawa kendaraan pribadi atau sewa mobil atau juga dapat menggunakan jasa taksi dari pusat kota karena tidak ada angkutan umum kesini.

Misteri Keangkeran Monumen Kresek

Menurut penuturan dari penjaga disini, penampakan kerap beliau lihat terutama ketika malam hari. Legenda akan kejamnya PKI kala itu juga terasa sekali nuansanya bahkan sering nampak hantu tanpa kepala.

Bapak Atmanto, nama sang penjaga kembali menuturkan ketika beliau berkeliling monumen di malam hari sering melihat bayangan ataupun mendengan r suara. Diisni memang angker sekali, jelasnya.

Pada waktu itu pernah beliau mendengar suara mesin pemotong rumput menyala sendiri. Disini, tak ada orang selain beliau, jadi rasanya tidka mungkin jika ada yang menghidupkannya.

Untuk Anda yang ingin melihat artikel lengkap segala informasi tentang Monumen Kresek, asal usul, peristiwa dan semuanya dapat langsung akses artikel analisis eksotika di blognya atau yang mencari dalam bahasa inggris dapat melihatnya di wiki.

error: Content is protected !!